Tersangka pemimpin Jemaah Islamiyah (JI) cabang Singapura, yang punya hubungan dengan al-Qaeda itu, kabur dari tahanan pada bulan lalu.
Kastari tidak akan bisa melakukan serangan jika masih berada di Singapura, kata Lee dalam ringkasan media setelah melakukan kunjungan selama satu pekan ke tiga negara Teluk.
Kaburnya laki-laki berumur 47 tahun yang dituduh enam tahun lalu merencanakan akan membajak pesawat lalu menabrakkannya di Bandara Changi adalah 'pelajaran besar atas berpuas diri' dan menunjukkan bahwa negara tersebut tidak sempurna, kata Lee, mantan perdana menteri pendiri Singapura.
"Kita seharusnya sadar bahwa dia adalah orang yang sudah berulangkali kabur," kata Lee sebagaimana dikutip harian The Straits Times.
"Ternyata dia jenis orang yang sangat cerdik dan berhasil menyakinkan siapapun penjaganya."
"Karena itu, ketika dia mengatakan mau pergi ke WC, mereka membolehkan dia pergi," kata Lee. "Apakah WC itu berjeruji dan tidak ada jalan keluar dari jendela, itu masih harus dijelaskan."
Pihak berwenang belum menyingkap rincian bagaimana Kastari berhasil kabur dari rumah tahanan Departemen keSelametan negara.
Hal itu memicu kritik dan ejekan di Internet kepada negara yang telah lama membanggakan diri dengan keamanannya dan berbagai larangan itu.
Pelarian Kasturi telah membuat pemburuan terbesar dalam sejarah Singapura.
Polisi masih yakin Kastari di Singapura, dan pencarian terus dilakukan di hutan-hutan, kawasan-kawasan rimba serta pantai dan laut. Pemeriksaan di pos perbatasan menuju Malaysia menyebabkan kendaraan antre hingga 15 jam.
Kastari yang kelahiran Jawa, kabur dari Singapura pada Desember 2001 dan dua kali tertangkap di Indonesia karena melanggar undang-undang keimigrasian.
Kaburnya Kastari menunjukkan "adalah keliru dan bodoh untuk yakin bahwa kita sempurna. Kita tidak sempurna. Satu kesalahan (terjadi) maka terjadi ledakan besar di tengah-tengah kita. Jadi jangan anggap enteng hal ini," kata Lee sebagaimana dikutip hariant tersebut.
Lee mengatakan dia tidak begitu cemas sepanjang buronan itu tidak punya rencana sebelum meloloskan diri, dan masih di Singapura.
"Dia tidak bisa membuat bahan peledak di Singapura sendirian, dia tidak dapat membuat tim di Singapura, tim JI, untuk melakukan serangan," kata Lee.
Menurut Lee, jika Kastari masuk Indonesia maka dia akan "menemukan jaringan lamanya".
"Selanjutnya kita harus waspada terhadap serangan yang terjadi sewaktu-waktu." (kpl/dar)