"Kami sudah mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi mengetahui peristiwa itu, sehingga memburunya ke beberapa tempat persembunyian yang dicurigai," kata Kapolsek Metro Tangerang, AKP Yusmantri kepada Wartawan di Tangerang, Sabtu.
Dia mengatakan, petugas juga sudah disebar melakukan pengintaian akibat pelaku setelah membunuh langsung meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta ongkos kepada salah seorang adik iparnya.
Bahkan pengintaian juga diarahkan ke kampung pelaku di Kecamatan Kebumen, Jawa Tengah dan melakukan koordinasi dengan aparat setempat.
Pernyataan tersebut terkait tewasnya Sumiatun, Jumat (7/3) dinihari oleh pelaku seorang pedagang makanan di rumah kontrakan mereka, sebelum kejadian terjadi cekcok mulut karena korban meminta uang untuk kebutuhan dapur, namun tidak dikabulkan.
Keterangan polisi yang diperoleh dari saksi bahwa pelaku nekad membunuh karena korban terus mendesak meminta uang belanja untuk keperluan rumah tangga termasuk sembako yang belakangan ini harganya terus saja melambung.
Permintaan pelaku tidak dikabulkan karena hasil berdagang makanan seharian tidak mampu dipenuhi, maka pertengkaran suami istri itupun tidak dapat dihindari.
Belakangan ini, Sello sering mengeluh kepada istrinya, tapi ditanggapi dingin karena hasil yang diperoleh sangat minim, sementara kebutuhan keluarga terus bertambah apalagi harga minyak goreng (migor) curah juga naik setiap hari mencapai Rp19.200/kg di pasar tradisional.
Polisi mengatakan, pelaku terus diburu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena korban menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi mengenaskan, pada kepala banyak mengeluarkan darah segar.
Dugaan kuat pelaku membenturkan kepala korban ke tembok karena darah segar keluar dari telinga dan bagian otak belakang. (kpl/dar)