< >

Ali Maschan dan Gus Ipul Siap Non-Aktif

Minggu, 09 Maret 2008 17:12
Kapanlagi.com - Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur DR KH Ali Maschan Moesa MSi dan Ketua Umum PP GP Ansor H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) siap mengikuti aturan NU untuk non-aktif terkait keterlibatannya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.

"Saya ikut aturan NU (pengurus harian NU dan badan otonom harus non-aktif bila terlibat dalam pilkada atau politik praktis)," kata Gus Ipul di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW GP Ansor Jatim yang juga dihadiri Ali Maschan di Graha Ansor, Surabaya, Minggu (9/9).

Menurut bakal calon wakil gubernur (bacawagub) yang berpasangan dengan Sekdaprov Jatim DR H Soekarwo SH MHum itu, AD/ART (anggaran dasar dan anggaran rumah tangga) GP Ansor sendiri tidak secara khusus mengatur non-aktif, namun dirinya akan mengikuti AD/ART NU.

"Kalau pimpinan NU harus mundur, maka hal itu tidak berlaku untuk badan otonom seperti Ansor, karena mundur itu bukan AD/ART NU, melainkan kontrak jam`iyah NU (kesepakatan khusus antara ketua NU dengan pengurus NU se-tingkatan tertentu)," katanya.

Senada dengan itu, Ketua PWNU Jatim DR KH Ali Maschan Moesa MSi yang berpasangan dengan Wagub Jatim DR H Soenarjo MSi sebagai bacawagub itu mengaku telah didukung pengurus cabang NU se-Jatim untuk non-aktif.

"Kontrak jam`iyah itu merupakan kesepakatan saya dengan cabang NU se-Jatim bahwa saya harus mundur bila terlibat dalam politik praktis, tapi saya berkali-kali bertemu pengurus cabang NU se-Jatim untuk menanyakan soal itu, ternyata mereka setuju non-aktif, bukan mundur," katanya.

Kendati "kontrak jam`iyah" mensyaratkan dirinya harus mundur, katanya, 90 persen lebih pengurus cabang NU se-Jatim mempersilahkan dirinya untuk kembali kepada AD/ART NU yakni non-aktif.

Dalam kesempatan itu, Ali Maschan dan Gus Ipul menyatakan siap untuk non-aktif saat mereka benar-benar sudah menjadi cawagub melalui proses pendaftaran mereka di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim pada Mei mendatang hingga Pilgub Jatim pada 23 Juli mendatang.

Sebelumnya, Rois Syuriah (pengarah) PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar dan Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri meminta Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim DR KH Ali Maschan Moesa MSi untuk mundur bila sudah resmi terlibat dalam Pilgub Jatim.

Hal yang sama juga dikemukakan KH Miftachul Akhyar terhadap Ansor yang mulai terlihat dalam deklarasi dan berbagai kegiatan yang melibatkan Ketua Umum PP GP Ansor sebagai pasangan dari DR H Soekarwo SH MHum.

"Kalau berdasarkan AD/ART NU memang cukup non-aktif, tapi jajaran syuriah NU Jatim bukan tidak mengerti hal itu, sebab non-aktif itu merupakan aturan formal organisatoris, namun mundur merupakan komitmen moral dan ahlaqi terkait tandatangan dalam kontrak jam`iyah," kata KH Miftachul Akhyar kepada wartawan di Surabaya (29/3).

Sementara itu, KH Ali Masyhuri menilai bila Ali Maschan tidak mau mundur, maka taruhannya adalah citra Ali Maschan di mata pengurus NU se-Jatim yang mengingkari kontrak jam`iyah dan taruhan terbesar adalah citra NU sendiri yang terkesan sebagai "ancik-ancik" (batu loncatan) untuk target kekuasaan yang bersifat politik praktis. (kpl/dar)