"Operasional kapal penyeberangan tetap normal," kata petugas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang, Erry di Banyuwangi yang dihubungi per telepon dari Surabaya, Senin.
Menurut dia, sebanyak 20 kapal yang melayani penyeberangan di Selat Bali yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Dewata hingga saat ini beroperasi seperti biasanya.
"Cuaca kondusif dan kapal yang beroperasi pun berjalan normal," katanya menambahkan.
Kapal tongkang Bosowa-12 bertabrakan dengan kapal tanker MT Mundo milik Pertamina sekitar 50 meter dari pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi.
Kapal tongkang Bosowa-12 dari Makassar, Sylsel ketika akan merapat ke Pelabuhan Tanjungwangi, diduga kehabisan bahan bakar, kemudian ditarik kapal tugboat Delta Ayu-5 dari arah utara ke selatan.
Namun, kapal tugboat diduga menabrak tanker milik Pertamina, sehingga mengakibatkan kapal tongkang Bosowa-12 mengalami kebocoran dan akhirnya sebagian badan kapal tenggelam.
Menurut Kepala KP3 Tanjungwangi, AKP Jodana Gunadi meski tabrakan kapal tersebut tidak sampai menelan korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Untuk mengetahui sebab-sebab tabrakan, sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) kini masih menjalani pemeriksaan.
ABK yang diperiksa di antaranya Nahkoda kapal tongkang Bosowa-12, Petrus Watimena, Juru Mudi kapal tongkang Bosowa-12, Martin Tawang, Mualim I kapal tanker MT Mundo, Hadi Winoto dan Mualim I kapal tugboat Delta Ayu-5, Agus Jumadri. (*/cax)