Bayi Kembar Bergizi Buruk Dirawat di RSUD Adjidarmo

Kapanlagi.com - Dua balita kembar Abdurahman dan Abdurohim (1,5 tahun) penderita gizi buruk menjalani perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak akibat terserang penyakit tuberkulosis (TBC).

Kepala Bagian Humas RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, Rostarina, Senin mengatakan, hingga saat ini balita gizi buruk yang menjalani perawatan rumah sakit tercatat sebanyak lima orang.

Kelima balita itu antara lain Asri (1,4) Ayu (1,4) Dini (1) dan dua balita kembar Abdurahman dan Abdurohim.

Menurut dia, anak kembar pasangan Suha dan Asim warga Babakan Malabar, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, kini kondisinya semakin membaik setelah hampir dua pekan mendapat perawatan petugas medis rumah sakit.

Sedangkan tiga lainnya tetap dalam pengawasan intensif rumah sakit dan hingga kini masih dirawat di ruang Belimbing.

Ia menjelaskan, selama tahun 2007 hingga Senin (11/3) tercatat sebanyak 82 balita status gizi buruk dirawat rumah sakit, namun sebanyak 12 balita dilaporkan meninggal dunia.

Rostarina mengatakan, balita penderita gizi buruk itu terserang penyakit yang biasa menyertai, seperti TBC, pneumonia, diare, demam tinggi, paru-paru, radang otak dan idiot.

"Penyakit seperti itu jika lambat penanganannya mereka bisa menimbulkan kematian," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar orang tua balita penderita status gizi buruk sebaiknya dilarikan ke rumah sakit. Apalagi, sebagian besar penderita gizi buruk berasal dari kalangan keluarga miskin.

"Kami tidak akan memungut biaya bagi pasien penderita gizi buruk, bahkan kami juga memberikan bantuan uang tunggu sebesar Rp50 ribu per hari," katanya.

Ekawati (35) petugas gizi Puskesmas Cibadak mengatakan, sampai saat ini balita status gizi buruk yang menjadi pasien di puskesmas semakin menurun dari sebelumnya 90 balita tinggal 53 bayi.

Pada hari Senin (11/3), pihaknya juga merujuk balita Surya (1,4 tahun) status gizi buruk dengan berat badan empat kilogram seharusnya pada bayi normal memiliki berat badan delapan kilogram.

Sementara itu, Kasi Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Lebak, Tata Sudita mengatakan, pihaknya saat ini telah menyalurkan bantuan makanan tambahan ASI yang dialokasikan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2007, berupa susu dan multi vitamin bagi balita penderita gizi buruk.

Bantuan ini untuk mencukupi kebutuhan selama 42 hari dengan perincian sebanyak 2 ton susu dan sebanyak 3.700 botol multi vitamin.

Menurut dia, penanganan gizi buruk di Kabupaten Lebak termasuk paling baik untuk kategori nasional, karena berdasarkan hasil pemantauan status gizi (PSG) September 2007 lalu tercatat sebanyak 1.450 anak atau 1,43% teridentifikasi status gizi buruk.

Sedangkan gizi kurang sebanyak 12.660 atau 11,69%,gizi baik 92.473 atau 85%.

Angka itu,lanjut dia, dari sebanyak 108.339 balita hasil penimbangan berat badan di posyandu yang tersebar di 35 puskesmas. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com