External Relation Officer Perwakilan ADB untuk Indonesia, Ayun Sundari, mengatakan bahwa pihaknya baru-baru ini menerima pemberitahuan dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang mendapat surat palsu dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).
Dikatakannya, surat palsu tersebut menyatakan bahwa Bank Dunia akan menyediakan bantuan hibah pembangunan sekolah yang akan disalurkan melalui ADB.
"Untuk mendapatkan bantuan tersebut, masing-masing perguruan tinggi diminta membayar uang administrasi sebesar 3 hingga 5% dari total dana hibah kepada seseorang di ADB," katanya.
Ketiga sekolah tersebut kemudian, tuturnya, dihubungi via telepon oleh seseorang dengan menggunakan tiga nama berbeda untuk menjelaskan detil tindak lanjut dari surat tersebut.
Dia menegaskan, pihaknya tidak memiliki program bantuan hibah semacam itu.
"Nama ADB telah disalahgunakan. Kami memberikan peringatan terhadap penipuan dengan menyalahgunakan nama ADB, alamat website ataupun mengaku memiliki hubungan dengan ADB," tegasnya.
Pertanyaan mengenai kemungkinan penipuan serupa bisa dikirimkan melalui surat elektronik ke anticorruption@adb.org atau integrity@adb.org atau Kantor Perwakilan ADB di Indonesia di adbirm@adb.org, katanya menambahkan. (*/lin)