"Berbagai produk unggulan kerajinan NTB tersebut seperti gerabah, mutiara, kerajinan emas/perak, anyaman bambu dan ketak (sejenis rotan)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Drs. H. Syarifuddin di Mataram, Senin.
Produk unggulan kerajinan NTB itu tidak hanya dipasarkan ke luar negeri, tapi juga dalam negeri bahkan untuk kebutuhan lokal.
Sejumlah kerajinan masyarakat NTB seperti gerabah dan kotak antik kini dipajang di ruang VIP Bandara Selaparang Mataram, sehingga para tamu dapat lebih mengenal kerajinan NTB.
Dikatakan, dengan banyaknya produk unggulan kerajinan daerah itu, maka pertumbuhan sektor industri dan perdagangan mengalami peningkatan cukup menggembirakan.
"Untuk sektor perindustrian naik dari 5,88% menjadi 7,33% dan sektor perdagangan dari 5,68% menjadi 6,19%," katanya.
Aktivitas pembinaan dan pengembangan industri kecil menengah dilakukan pemerintah untuk dunia usaha dan masyarakat, termasuk bantuan perkuatan modal guna menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan menjadi usaha tangguh dan mandiri.
Dia menjelaskan, paradigma pembangunan ekonomi selama ini berorientasi pada pertumbuhan industri skala besar, namun kini mulai bergeser pada kegiatan pembangunan ekonomi yang lebih menekankan pada ekonomi kerakyatan.
Perubahan paradigma itu memberikan harapan dan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha kecil, termasuk industri kecil dan menengah untuk lebih eksis dan semakin berkembang.
Berbagai kebijakan dan langkah strategis telah dirumuskan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat landasan perekonomian nasional, di antaranya melakukan berbagai reformasi dan restrukturisasi keuangan.
"Salah satunya dengan komitmen pemerintah meningkatkan daya saing pelaku ekonomi dengan memberikan peran nyata kepada pengusaha kecil, menengah dan koperasi yang memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat dalam mengatasi gejolak krisis ekonomi," katanya. (*/lin)