< >

Korsel Pilih Astronot Perempuan Untuk Mengangkasa

Senin, 10 Maret 2008 22:35
Kapanlagi.com - Hanya dalam tempo kurang dari sebulan sebelum astronot pertama Korea Selatan mengangkasa. Seoul membuat perubahan pada saat-saat terakhir, yakni memilih seorang wanita untuk bergabung dalam penerbangan jelajah angkasa luar.

Dalam penjelasan pers, Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk mengganti calon astronot utama untuk penerbangan 8 April dari Ko San kepada Yi Soyeon setelah mendapat permintaan dari para penguji Rusia.

"Alasan utama perubahan adalah berdasarkan dua pelanggaran berturut-turut atas protokol latihan yang dilakukan oleh Ko (calon astronot pria)," kata Lee Sang-mok, kepala biro teknologi antariksa pada kementerian tersebut.

Pada bulan lalu dia mendapatkan instruksi-instruksi dari pilot pesawat luar angkasa itu bahwa dia tidak diberi kuasa untuk ikut ambil bagian dalam peluncuran tersebut. Astronot Korea Selatan dalam peluncuran tersebut mengemban misi khusus dan bisa melakukan berbagai eksperimen saintis di angkasa.

"Ko menyadari peraturan-peraturan dan menandatangani satu perjanjian untuk tidak putus minat memasuki program mereka," kata Lee. Para pengawas dari Lembaga Riset Antariksa Korea (KARI) juga memperingatkan kepadanya untuk bersikap hati-hati dan tidak mengabaikan peraturan-peraturan, katanya menambahkan.

Ketua KARI Paik Hong-yul mengatakan, pihak Rusia menekankan pentingnya mematuhi segala peraturan karena kesalahan kecil pun dan ketidakpatuhan bisa menyebabkan dampak serius di luar angkasa.

Paik mengatakan bahwa Rusia telah mengirimkan laporan mengenai petunjuk-petunjuk Jum`at lalu bersamaan dengan hasil uji kesehatan dan permintaan kepada Korea Selatan untuk membuat `keputusan terbaik` dalam masalah ini.

Paik mengatakan satu forum pakar telah bersidang pada akhir pekan lalu dan mencapai keputusan akhir untuk mengubah astronot secepatnya.

"Meskipun demikian Ko tidak akan dihukum untuk menjadi astronot cadangan dan tidak akan mengubah statusnya sebagai periset senior di KARI," katanya. (*/rsd)