< >

Inco Putus Suplai Listrik, Sulsel Pemadaman Bergilir

Selasa, 11 Maret 2008 13:34
Kapanlagi.com - PT. PLN (Persero) Sulawesi Selatan menyesalkan sikap PT. Inco, Tbk yang memutus secara sepihak suplai listrik untuk masyarakat yang disalurkan melalui PLN, sehingga pemadaman listrik secara bergilir terpaksa dilakukan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

"Inco menghentikan suplai listrik sebesar 1,5 MW ke PLN sehingga terpaksa kita melakukan pemadaman bergilir di Luwu Timur," kata Iksan Asa`ad, Manager Area Pengatur dan Penyalur Beban (AP2B) PT. PLN Sulselrabar di Makassar, Selasa.

Kabupaten Luwu Timur membutuhkan daya pada saat beban puncak sebesar 8 MW, sebanyak 6,5 MW dari kebutuhan itu disuplai PT. Inco yang memiliki dua PLTA dengan kapasitas hampir 275 MW dan selebihnya dengan PLTD milik PLN.

"Namun beberapa waktu lalu, Inco tiba-tiba mengurangi suplai sebesar 1,5 MW sehingga terpaksa pemadaman bergilir saat beban puncak tidak bisa dihindari lagi," ujarnya.

Iksan mengaku pihaknya tidak mengetahui persis alasan pengurangan suplai itu karena Inco tidak mengkomunikasikannya dengan PLN, padahal suplai listrik dari Inco tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma karena PLN membayarnya sebesar Rp70/watt hours lalu menjualnya lagi kepada rakyat sekitar.

Ia juga menilai bahwa alokasi listrik PT. Inco untuk rakyat sekitar areal tambang sebesar 6,5 MW itu terlalu sedikit bila dibanding listrik yang dihasilkan dua PLTA yang berkapasitas hampir 300 MW dan dalam waktu dekat akan bertambah lagi hampir 100 MW bila PLTA Karebbe yang sedang dibangun selesai dikerjakan.

"Seyogianya Inco bisa mengalokasikan 20 MW untuk rakyat sekitar areal penambangannya," ujar Iksan dan menyebutkan bahwa masih ribuan warga Luwu Timur yang hingga saat ini belum terlayani sambungan listrik padahal daerah itu merupakan produsen listrik terbesar di Sulawesi Selatan.

Superintendent Regional Communication PT. Inco, Tri Rahman Batara mengaku bahwa produksi listrik PLTA Balambano dan Larona sedang merosot karena permukaan air danau Matano menurun sampai dua meter dari permukaan normal akibat musim kemarau.

"Karena itu, perusahaan sedang melakukan penghematan listrik secara luar biasa untuk menjaga pasokan listrik ke kilang peleburan nikel bisa terjaga agar produksi tetap berjalan normal," ujarnya.

Ia berharap kondisi bisa segera normal karena Inco dan BPPT sedang giat melaksanakan hujan buatan. (*/lin)