Para wartawan dari media cetak dan elektronik, baik lokal maupun nasional kecewa dengan sikap keamanan bandara dan TNI, yang melarang wartawan mendokumentasikan kedatangan rombongan panglima.
Akibatnya sebanyak 22 wartawan, menurunkan atribut serta perlengkapan liputannya seperti kamera, kartu pers dan alat perekam di lantai halaman ruang VIP bandara Sepinggan, tempat rombongan beristirahat.
Panglima beserta rombongan berangkat dari bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta dengan menggunakan pesawat Boeing 737.
Menurut penjelasan beberapa wartawan, mereka kecewa dengan sikap arogansi pihak keamanan bandara dan TNI tersebut.
"Biasanya kami bebas meliput dan mendokumentasikan kedatangan para pejabat dari pusat di kawasan bandara Sepinggan," kata Wahyu, salah seorang wartawan media elektronik.
Hingga rombongan Panglima TNI menaiki kendaraan menuju Makodam VI/Tanjung Pura, para wartawan hanya duduk-duduk dan tidak melakukan wawancara kepada panglima.
Rencananya Panglima TNI akan memberikan pengarahan kepada para pamen (perwira menengah) se-Kalimantan. (*/cax)