< >

Banjir di Bojonegoro Telan Korban

Selasa, 11 Maret 2008 17:06
Kapanlagi.com - Banjir akibat luapan Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro, Jatim, mulai menelan korban jiwa, Parti (35) warga Desa Mayangrejo Kec. Kalitidu, Selasa sekitar pukul 10.00 WIB tewas terseret air luapan banjir ketika sedang mencari kayu rencek.

Kades Mayangrejo, Ashandi, menjelaskan warganya tersebut tewas ketika sedang mencari kayu rencek di tengah sawah di tepian Bengawan Solo yang airnya sedang meninggi.

Ketika mencari kayu rencek itu, Parti terseret derasnya air dan mayatnya ditemukan dua jam kemudian.

Banjir yang diakibatkan luapan sungai terpanjang di Jawa itu telah menyebabkan ribuan rumah warga di 64 desa yang tersebar di 14 kecamatan mulai kecamatan Margomulyo di daerah hulu hingga hilir di Kec. Baureno, di Kab.Bojonegoro terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 0,50-1,5 m.

"Ada 50 KK warga Desa Sidorejo dan Kuncen Kec. Padangan, mengungsi di kantor pendopo kecamatan, " kata Komandan Satgas Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Pemkab, Pudjiono.

Menurut Pudjiono kewaspadaan menghadapi meluapnya Bengawan Solo terus dilakukan dengan menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai perahu karet untuk evakuasi warga juga kebutuhan lainnya.

Warga di sejumlah daerah, mulai Desa Ngulanan Kec. Dander, juga Kec. Kanor, dan Kec. Kota Bojonegoro meminta droping karung plastik untuk membuat tanggul yang mulai kritis akibat ketinggian air Bengawan Solo terus meninggi.

Cepu Jateng Banjir

Sementara itu, arus lalu lintas di perempatan Desa Ketapang Kec. Cepu, Blora, macet akibat luapan air Bengawan Solo menggenangi jalan raya berkisar 0,50 m.

Menurut Buddhi Dharma, warga Cepu, ratusan KK warga di sejumlah desa di kec. Cepu, seperti Desa Mbalun, terutama di daerah bantaran mulai mengungsi, mencari tempat yang aman.

"Di perempatan jalan Ketapang, arus lalu lintas macet, akibat genangan air, " katanya.

Data dari Satlak PBP Pemkab Bojonegoro, ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro masih terus merangkak naik mencapai 15.14 m ( siaga III -kritis ) pada pukul 13.00 WIB.

Tetapi, alat ukur di Karangnongko Kec. Ngraho, sekitar 80 km ke arah hulu ketinggian air mulai turun menjadi 30,40 m pada pukul 13.00 WIB, yang sebelumnya sempat mencapai 30,54 m. (*/cax)