< >

PSSI: 70 Pemain Asing Masuk Daftar Hitam

Selasa, 11 Maret 2008 21:43
Kapanlagi.com - Tidak kurang dari 70 pemain asing yang musim lalu membela klub divisi utama Indonesia, masuk dalam "Daftar Hitam" --daftar pemain asing yang bermasalah-- yang dirilis badan sepak bola Indonesia PSSI di Jakarta, Selasa.

Menurut Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Hamka B. Kady, daftar pemain asing "bermasalah" tersebut merupakan hasil verifikasi yang dilakukan PSSI dan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) terhadap seluruh pemain asing yang berlaga di divisi utama musim lalu.

"Untuk pemain asing yang musim lalu membela klub divisi satu, proses verifikasinya masih berlangsung," kata Hamka.

Lebih lanjut ia menjelaskan ada tiga kelompok pemain yang masuk dalam daftar tersebut.

Pertama, adalah mereka yang sama sekali tidak memenuhi syarat untuk tampil di Liga Super atau divisi utama karena stratanya tidak sesuai dengan Manual Liga Indonesia 2008. Ada 20 pemain asing yang masuk kategori pertama ini.

Berdasarkan Manual Liga, pemain asing yang bermain di Indonesia harus memenuhi syarat minimal sebelumnya bermain di kompetisi Strata II (divisi satu) negara lain di luar Asia Tenggara. Jika ia sebelumnya bermain untuk klub di negara Asia Tenggara maka pemain itu harus datang dari klub divisi utama.

Tahun lalu sebenarnya ada 14 pemain yang tidak lolos verifikasi strata ini namun mereka diberi toleransi oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk bisa bermain selama satu musim.

"Kini satu musim sudah berlalu sehingga toleransi ketua tidak berlaku lagi," kata Hamka.

Kategori kedua adalah pemain yang tidak direkomendasikan untuk direkrut oleh klub karena alasan-alasan tertentu.

Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono, yang masuk dalam kategori kedua ini adalah para pemain yang pernah bermasalah dengan melakukan pelanggaran disiplin dan dikhawatirkan mereka akan mengulang tindakan tersebut sehingga bisa merugikan klub yang mengontraknya.

"Ada empat kriteria yang dijadikan standar verifikasi pemain yang tidak direkomendasikan yaitu pertama, menyerang wasit; kedua, berlaku tidak sportif dalam pertandingan seperti protes berlebihan dan provokasi; ketiga, terlibat dalam perkelahian; keempat, tidak menunjukkan sikap profesional seperti ketidakpatuhan kepada kontrak," urai Joko.

Ada 46 pemain asing yang masuk kategori kedua itu dan Joko menjelaskan pihaknya hanya bisa merekomendasikan, tidak tegas melarang pemain tersebut memperkuat klub, karena pihaknya tidak memiliki kewenangan hukum untuk melarang.

Kemudian kategori ketiga adalah pemain yang statusnya masih dalam proses verifikasi. Sebanyak empat pemain masuk dalam kategori ini.

"Pekan depan proses verifikasi terhadap keempat pemain ini akan selesai sehingga statusnya pun akan jelas," ujar Joko.

Pra Kontrak

Mengenai klub yang terlanjur melakukan pra-kontrak dengan pemain yang masuk dalam daftar hitam itu, terutama yang masuk kategori pertama, Hamka Kady menjelaskan PSSI telah jauh hari meminta klub untuk tidak melakukan pra kontrak.

"Dua bulan lalu kami telah mengirim surat kepada klub untuk tidak melakukan pra kontrak dengan pemain asing sebelum proses verifikasi kami selesai," tegas Hamka.

Jadi, menurutnya, hal itu adalah resiko yang harus ditanggung klub bersangkutan.

Sementara, mengenai kemungkinan pemain yang masuk kategori pertama untuk pergi dulu sebentar ke divisi utama negara lain dan kemudian kembali lagi ke Indonesia, Joko Driyono menegaskan BLI telah mengantisipasi hal itu.

"Berdasarkan Manual Liga, pemain asing yang masuk ke Indonesia harus pernah memperkuat klub di negara lain itu selama minimal satu musim kompetisi. Selain itu, mereka juga minimal harus bermain dalam 75 % dari pertandingan yang dilakoni klubnya," papar Joko.

"Jadi, tidak bisa kalau mereka hanya sekedar daftar nama saja di klub luar lalu kembali ke Indonesia," tambahnya.

Saat ini, menurut Joko, BLI tengah memverifikasi 16 pemain asing yang baru akan merumput di Indonesia.

Ia juga menjelaskan untuk musim depan klub Liga Super boleh mengontrak dan memainkan lima pemain asing, sementara jumlah pemain asing di divisi utama masih akan dibahas.

"Sementara ini wacananya adalah klub divisi utama boleh mengontrak empat pemain asing tetapi hanya tiga yang bisa diturunkan bersamaan. Kami akan berbicara dengan klub divisi utama akhir bulan ini," tuturnya. (*/rsd)