< >

Virus H5N1 Tunjukkan Tanda Telah Bermutasi

Selasa, 11 Maret 2008 19:33
Kapanlagi.com - Salah seorang dokter terkenal China mengatakan bahwa virus flu burung H5N1 telah menunjukkan tanda-tanda mutasi dan dapat membunuh korban manusia dengan lebih mudah jika pengobatan tidak diberikan cukup dini.

Zhong Nanshan, seorang pakar mengenai penyakit pernafasan, mengatakan pada wartawan di Beijing bahwa kewaspadaan harus diteruskan, khususnya ketika kasus H5N1 pada manusia muncul pada waktu ketika influensa manusia musiman berada pada puncaknya.

"Ketika flu burung di sekitar dan flu manusia muncul, ini akan meningkatkan kesempatan flu burung berubah menjadi flu manusia. Kita harus sangat waspada dan berhati-hati pada Maret," kata Zhong seperti dikutip oleh surat kabar Ming Po.

"Orang yang meninggal akibat flu burung tahun lalu dan tahun ini sangat lemah untuk mengusahakan pengobatan. Jika anda kebetulan saja menderita demam dan radang paru-paru, anda harus mencari pengobatan cepat."

Meskipun virus H5N1 hanya menulari 368 orang di sekeliling dunia sejak 2003, angka kematiannya telah sangat mengkhawatirkan, membunuh 234 orang dari mereka.

Para pakar takut virus itu dapat memicu pandemi yang akan menewaskan jutaan orang jika sekiranya virus itu belajar untuk menyebar secara efisien di antara manusia.

"Virus flu burung telah menunjukkan tanda-tanda mutasi. Jika orang yang tertular tidak mendapat pengobatan dengan bertindak pada waktunya, mereka dapat meninggal dengan mudah," Zhong dikutip mengatakan pada wartawan Hong Kong di sela pertemuan tahunan parlemen China.

Tiga warga China meninggal tahun ini akibat flu burung H5N1 dan mereka tertular mungkin melalui kontak dengan unggas yang sakit. Organisasi Kesehatan Dunia telah mengatakan tidak ada bukti penularan antarmanusia dalam semua tiga kasus itu.

Hong Kong, yang terletak di bagian selatan China, sedang melewati puncak flu musiman, dengan wabah dilaporkan di sejumlah sekolah meningkat.

Satu anak perempuan berusia tiga tahun meninggal pekan lalu akibat flu manusia H3N2 dan pemerintah telah memerintahkan sekolah untuk melakukan pemeriksaan demam dan menasehati mereka yang tak enak badan untuk tinggal di rumah.

Satu anak laki-laki berusia tujuh tahun meninggal sekitar tengah hari Selasa setelah dibawa ke rumah sakit pekan lalu dengan gejala seperti-demam, kata juru bicara departemen kesehatan. Pihak berwenang masih berupaya untuk menentukan penyebab sakitnya. (*/rsd)