< >

Pond Lumpur Lapindo Diperluas

Rabu, 12 Maret 2008 06:52
Kapanlagi.com - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mulai Selasa membangun kolam penampungan lumpur (pond) baru yang terletak di sisi utara, tepatnya di Desa Ketapang Keres dan Kedungbendo Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo.

Kolam penampungan itu menempati sebagian lahan bekas pabrik, permukiman warga dan areal persawahan.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain di Sidoarjo, Selasa mengatakan, upaya pengerjaan pembangunan kolam ini dimulai dengan pembangunan tanggul baru yang berada di sisi barat tepatnya di pinggir rel kereta api.

"Konstruksi tanggul ini langsung dengan ketinggian tujuh meter. Dengan dibangunnya tanggul ini diharapkan jika terjadi luapan lumpur dari tanggul utama, aliran lumpur bisa dialirkan ke kolam," katanya.

Ia menyatakan, pembangunan kolam tidak ada target waktu, namun pembangunannya berlangsung bersamaan dengan penguatan tanggul di semua kolam penampungan lumpur.

Lahan untuk pembangunan kolam semuanya sudah bebas, dan hingga kini tinggal konstruksi bangunan saja.

Menurut rencana, usai pembangunan tanggul lapisan terluar akan diperkuat dengan ditanami rumput berakar, agar tanggul semakin kuat dan air dari luapan lumpur tidak mudah meresap dan jika terkena air hujan tanggul tidak mudah lembek.

Dari pantauan di lapangan tepatnya di samping sebelah selatan pembangunan kolam, petugas sedang konsentrasi membangun saluran irigasi air yang konstruksi pembangunannya berasal dari box-culvert (balok beton). Pembangunan dimaksudkan agar resapan air dari tanggul utama dan yang mengalir ke rel kereta api dapat masuk ke irigasi.

Pembangunan irigasi ini menurut rencana juga tembus ke kolam penampungan baru yang masih dibangun.

Sementara itu tampak petugas BPLS berkonsentrasi menguruk genangan air di pinggir rel kereta api dengan material dari sebagian yang diambil dari tanggul utama.

Pengurukan dilakukan agar saluran yang berada di posisi lebih rendah dari tanggul, dengan posisi saluran irigasi yang rendah air cepat mengalir ke saluran, sehingga rembesan air dan luberan lumpur tidak langsung ke Jalan Raya Porong, tapi masuk saluran irigasi.

Sementara di tempat spillway yang berada di Desa Mindi Kecamatan Porong dan Desa Besuki Kecamatan Jabon, tampak petugas sedang merampungkan penyambungan pipa-pipa besi besar untuk mengalirkan lumpur dari tanggul utama ke Kali Porong.

Jika sebelumnya tanggul utama di atasnya bisa dilintasi pengendara sebagai jalan alternatif baik dari Besuki maupun Pejarakan, kali ini BPLS menutup seluruh dari perlintasan kendaraan.

Hal ini karena pembangunan pipa berada di atas tanggul dan diperlukan pengerukan. Akibat proyek tersebut terpaksa jalan di atas tanggul ditutup. (*/rsd)