Perjanjian bersyarat itu dicapai dengan Mesir, yang berusaha untuk memerantarai perjanjian guna mencapai gencatan senjata dan mencabut blokade atas Gaza setelah meningkatnya kekerasan pekan lalu menceburkan pembicaraan damai yang telah goyah ke dalam bahaya.
"Israel telah mencapai perjanjian dengan Mesir bahwa jika tidak ada serangan roket dari Gaza negara itu tidak akan melancarkan serangan terhadap Gaza," pejabat tersebut, yang minta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan.
Perjanjian tersebut ditujukan agar Gaza tidak menjadi "sebuah bom berdetik" tempat gerilyawan mengangkut roket atau membuat persiapan lainnya untuk menyerang negara Yahudi itu.
Sementara Israel setuju untuk tidak melancarkan serangan luas, negara itu mencadangkan haknya untuk menyerang sasaran khusus jika kebutuhannya (untuk menyerang) meningkat, kata pejabat tersebut.
Mesir pada bagiannya setuju "untuk melakukan apa saja menurut kekuasaannya untuk mencegah senjata diselundupkan ke Gaza," katanya.
Upaya untuk menghasilkan gencatan senjata telah menghimpun langkah, dengan utusan senior AS dan Israel mengadakan pembicaran di Mesir pekan lalu, begitu pula utusan dari Hamas dan Jihad Islam.
Israel dan Hamas telah menahan serangan mereka di sekitar Jalur Gaza dalam beberapa hari belakangan ini menyusul meningkatnya kekerasan yang mana 133 warga Palestina dan lima warga Israel tewas sejak 27 Februari.
Presiden Palestina Mahmud Abbas, yang kehilangan kekuasaan di Gaza ketika Hamas merebut dengan hebat kantong itu Juni lalu, mengatakan Senin, ada perjanjian pada prinsipnya untuk mencapai gencatan senjata.
PM Israel Ehud Olmert mengatakan tentara tidak memiliki alasan untuk membalas dendam jika gerakan Islam itu menghentikan serangan mereka. Namun ia dengan keras membantah ada pembicaraan "langsung atau tidak langsung" mengenai masalah itu.
Israel, AS dan Uni Eropa menganggap Hamas sebagai organisasi teroris dan telah berusaha untuk mengucilkan kelompok itu sejak mereka memperoleh kemenangan dalam pemilihan demokratis Palestina Januari 2006.
Namun Washington mendorong Mesir untuk melancarkan upaya penengahannya di tengah ketakutan bahwa pertumpahan darah belum lama ini di Gaza dapat menterpedo pembicaraan damai yang telah dilancarkan kembali di AS November tapi hanya membuat sedikit kemajuan sejak itu.
Mohammed Bassiuni, ketua komisi keamanan nasional parlemen Mesir, mengatakan Senin bahwa Mesir telah mengerjakan prakarsa komprehensif untuk mencakup gencanan senjata, diakhirinya blokade Israel atas Gaza dan pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas.
Israel dan Kairo juga telah mengerjakan perjanjian untuk membolehkan Mesir melipatduakan menjadi 1.500 jumlah polisi perbatasan yang dikerahkan di sepanjang perbatasan 14 Km-nya dengan Gaza, kata seorang pejabat senior Israel.
Itu (penambahan) akan minta tambahan perubahan atas perjanjian damai Mesir-Israel 1979, yang menyatakan semenanjung Sinai merupakan zona demiliterisasi.
Gerilyawan garis keras Gaza Januari meledakkan sebagian dari tembok perbatasan, yang memungkinkan ratusan ribu warga Palestina untuk mengalir keluar dari kantong pantai kecil itu ke Mesir untuk menyediakan pasokan yang dibutuhkan sekali. (kpl/dar)