< >

Inco Tetap Suplai Penerangan Listrik

Rabu, 12 Maret 2008 14:37
Kapanlagi.com - PT. Inco, Tbk saat ini tetap menyuplai penerangan listrik untuk masyarakat di sekitar areal penambangan nikel dengan daya sebesar 7,5 MW melalui PT. PLN, sebanyak 2,5 MW di antaranya khusus untuk masyarakat kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

"Jadi tidak benar kalau Inco mengurangi secara sepihak suplai listrik sebesar 1,5 MW kepada PT. PLN untuk didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Luwu Timur," kata Superintendent Regional Communication PT. Inco, Tri Rahman Batara di Makassar, Rabu.

Ia menambahkan, Inco tetap menyuplai listrik sebesar 5 MW sesuai perjanjian yang disepakati bersama dengan PLN pada tahun 2005, bahkan tahun 2007 bertambah lagi 2,5 MW khusus untuk kota Sorowako.

Batara mengemukakan hal itu terkait pernyataan pihak PLN Sulselrabar yang menyesalkan PT. Inco karena memutus secara sepihak suplai listrik untuk masyarakat yang disalurkan melalui PLN, sehingga pemadaman listrik secara bergilir terpaksa dilakukan di Kabupaten Luwu Timur.

"Inco menghentikan suplai listrik sebesar 1,5 MW ke PLN sehingga terpaksa kita melakukan pemadaman bergilir di Luwu Timur," kata Iksan Asa`ad, Manager Area Pengatur dan Penyalur Beban (AP2B) PT. PLN Sulselrabar di Makassar.

Batara menjelaskan, pada tahun 2005 Inco dan PLN sepakat untuk mengelola listrik dari Inco sebesar 5 MW bagi kebutuhan masyarakat sekitar areal tambang, terutama di empat kecamatan yang menjadi daerah binaan Inco yakni Kecamatan Nuha, Wasuponda, Wawondula dan Malili.

Kemudian pada tahun 2007, Inco menambah daya 2,5 MW lagi yang disalurkan tersendiri untuk masyarakat Kota Sorowako dan sekitarnya.

Akan tetapi dalam prakteknya, daya listrik yang diserap PLN ternyata lebih dari 5 MW yakni mencapai sekitar 6,5 MW, di luar yang diserap untuk kota Sorowako dan didistribusikan ke seluruh wilayah Lutim, bukan hanya pada empat kecamatan binaan Inco.

"Kami sudah `complain` soal kelebihan daya itu namun karena kurang ditanggapi serius oleh PLN, maka kami memasang alat pembatas yang memutus aliran listrik secara otomatis bila daya yang diserap sudah melebihi 5 MW," ujarnya dan menambahkan bahwa pemasangan alat pembatas ini diketahui oleh pihak PLN.

Batara mengatakan, suplai listrik ke PLN terpaksa diperketat karena Inco sendiri mengalami kesulitan pasokan listrik akibat turunnya debit air danau Matano selaku sumber air penggerak turbin di dua PLTA yakni Balambano dan Larona, yang berkapasitas total 275 MW.

Terkait pembayaran listrik Rp70/watt oleh PLN ke Inco, Batara membenarkan, namun mengatakan bahwa yang diterima oleh Inco hanya Rp25/watt untuk biaya operasional dan Rp45/watt lainnya masuk ke Pemkab Luwu Timur.

"Tetapi dalam hal inipun PLN cukup diuntungkan karena listrik dari Inco itu dijual PLN kepada para pelanggannya dengan harga cukup tinggi di atas Rp70/watt," ujarnya. (*/lin)