< >

Tiga Desa di Lamongan Terisolasi Karena Banjir

Rabu, 12 Maret 2008 17:17
Kapanlagi.com - Tiga desa di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu, terisolasi akibat akses ke tiga desa itu terhalang "lautan" banjir.

Ketiga desa yang terisolasi atau terjebak genangan banjir adalah desa Jabung, desa Dateng, dan desa Gelapn.

Ribuan warga ketiga desa itu terisolasi, akibat desa mereka dikelilingi sawah dan tambak, sedangkan sawah dan tambak mereka sudah "ditenggelamkan" banjir.

Kendati sudah "terjebak" banjir selama 11 hari, namun mereka terlihat masih bertahan dan sebagian di antaranya mengungsi ke hutan Dandu di kecamatan Laren.

Mereka juga membuat geladah di dalam rumah untuk pijakan anggota keluarganya, kemudian mereka juga membuat sampan/perahu untuk berbelanja bahan makanan.

"Hingga 11 hari, kami baru dua kali menerima bantuan, sehingga warga di sini terpaksa membuat dan menjual jaring (1 meter x 25 meter) seharga Rp50 ribu," kata warga desa Jabung, Ny Kasmutiani (55).

Menurut dia, tetangganya yang selama ini berjualan bahan makanan dengan gerobak pun, terpaksa berjualan bahan makanan dengan sampan seperti kehidupan "masyarakat air" di Banjarmasin.

"Mereka berjualan gula, kelapa, beras, minyak, bumbu dapur, dan sebagainya. Jadi, warga di sini tidak kekurangan makanan, tapi kekurangan air bersih," katanya mengungkapkan.

Ketiga desa yang terisolasi itu menambah jumlah desa yang "tenggelam" akibat banjir yang melanda Kecamatan Laren, karena sebelumnya ada 3.488 rumah di 10 desa di Kecamatan Laren yang terendam air banjir.

Ratusan KK (Kepala Keluarga) warga Desa Centini, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jatim terlihat mengungsi di tenda-tenda darurat di sepanjang tanggul Bengawan Solo, akibat rumahnya yang "hilang."

"Banjir kali ini merupakan banjir yang ketiga kalinya sejak Januari lalu. Banyak warga yang hidup bersama ratusan ternak di tenda-tenda di sepanjang tanggul, di antaranya sapi dan kambing," kata Camat Laren, Rusdianto. (*/cax)


BERITA TERKAIT