Hujan deras yang berlangsung sampai pukul 10.30 juga mengakibatkan antrean panjang kendaraan dari arah Taman Wisata Hutan Mata Kucing ke Batuaji karena beberapa badan jalan, kebanjiran.
Korban meninggal di Hang Jebat diidentifikasi bernama Aleks dan mayatnya hingga pukul 12.30 masih berada di Kamar Jenazah Rumah Sakit Otorita Batam setelah dibawa polisi pukul 07.30 ketika hujan masih lebat.
Puting beliung juga mengakibatkan atap tiga rumah warga di Batu Besar berantakan dan sedikitnya dua pohon kelapa patah bagian tengah batangnya.
Humas PT PLN Batam Ade Sulistiani mengemukakan, Aleks adalah warga RT 03 RW 09 Kelurahan Teluk Bakau.
Direksi PLN berencana memberi uang duka kepada keluarga yang ditinggalkan dalam kejadian "force majeur" tersebut, katanya.
Menurut keterangan sementara, kata Ade, musibah terjadi ketika tiang listrik telah tumbang di depan Markas Koramil 0316 Batam Batu Besar.
Jarak pandang sangat pendek karena gelap dan cuaca buruk ketika korban dengan sepeda motor melintas hingga menabrak tiang listrik yang terbuat dari beton.
Namun belum jelas apakah korban menabrak tiang yang melintang di badan jalan kemudian terpelanting menghantam aspal, tertimpa atau menabrak batang tiang.
Di kamar jenazah, korban berbaju kaos coklat, berambut agak ikal dan pada wajah sebelah kanan serta bagian mata dan hidungnya nampak bengkak berdarah.
"Kami masih menunggu Ketua RW yang dikabarkan akan menjemput jenazah ke sini," kata Siti Aminah, petugas Kamar Jenazah RSOB.
Petugas dari PLN memperbaiki tiang-tiang listrik beton di Jalan Hang Jebat dan untuk sementara aliran listrik di kampung Melayu mengalami pemadaman.
"Kami harapkan mulai pukul 15.00 aliran listrik kembali normal, kata Ade.
Hujan di Batam hari Rabu sangat lebat terutama pada lima jam sampai pukul 10.30, mengakibatkan beberapa ruas jalan tergenang air 50 cm satu hingga satu meter dan hanya kendaraan besar yang mampu melintas.
Kemacetan terjadi dari arah Mata Kucing, Pasar Pasar Aviary dan depa Kampus Putera Batam di Batuaji, sementara di Jalan Raja Haji Sekupang, 150 meter badan jalan berubah menjadi sungai deras, namun segera surut setelah hujan berhenti.
Genangan air juga terjadi di beberapa bagian Perumahan MKGR, Perumahan Sena Warga dan Vila Muka Kuning. (*/cax)