< >

Ribuan Pekerja Bandara di India Mogok Massal

Rabu, 12 Maret 2008 20:48
Kapanlagi.com - Ribuan staf bandar udara memulai pemogokan tak terbatas di 127 bandara di seluruh India Rabu, tapi penerbangan dari kota penting India Mumbai dan New Delhi tak terpengaruh, menurut pejabat bandara.

Sekitar 14.000 anggota serikat mogok karena penutupan sebentar lagi dua bandara di kota Hyderabad dan Bangalore di India selatan, yang menampung banyak perusahaan perangkat lunak India, untuk membuat jalan bagi fasilitas baru.

Pemogok itu sebagian besar bekerja di pelayanan dukungan bandara, dan mencakup montir listrik, tukang patri, pembersih, teknisi dan staf bantuan pemadam kebakaran darurat.

"Penerbangannya semuanya tepat pada waktunya di kota besar seperti Delhi dan kami tidak menghadapi masalah sejauh ini," kata Arun Arora, juru bicara Otoritas Bandara India, di New Delhi.

Namun di Kolkata, ibukota negara bagian Bengali Barat yang diperintah-komunis, ratusan pegawai tidak keluar untuk bekerja, kata pejabat.

Di Kolkata, dan juga Hyderabad, tempat pemerintah merencanakan untuk menutup bandara tua itu, beberapa penumpang sudah tua membawa barang mereka sendiri karena tidak ada orang yang membantu mereka, kata pejabat dan saksi.

"Saya telah membatalkan perjalanan bisnis yang saya telah rencanakan ke Jaipur karena pemogokan itu hari ini. Saya mengharapkan segalanya dapat dipecahkan segera," Ashok Parmar, 40, mengatakan melalui telpon dari Kolkata.

Ratusan personil pasukan udara di kebanyakan kota telah diminta untuk siap mengambil tanggung awab jika pemogokan berlarut-larut, kata pejabat.

Bandara baru dengan fasilitas yang lebih baik yang dibangun oleh pengembang swasta akan dibuka segera di Hyderabad dan Bangalore.

Serikat mengatakan bahwa ketika itu terjadi, staf di bandara lama akan kehilangan pekerjaan mereka atau dipindahkan ke tepat lain.

Pihak berwenang telah mengatakan bahwa tidak ada staf yang akan kehilangan pekerjaan mereka karena mereka akan dibutuhkan di bandara lainnya.

"Itu semua bohong dan pemerintah seharusnya tidak menutup bandara lama," M.K. Ghoshal, pemimpin serikat yang mogok itu, mengatakan. (*/rsd)