Dirut PLN Fahmi Mochtar di Jakarta, Rabu mengatakan, AKR tidak memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan dalam tender BBM.
"Penawaran AKR memang paling rendah, namun setelah dievaluasi ternyata administrasinya tidak memenuhi, sehingga dinyatakan gagal," katanya.
AKR menawarkan alpha 7,45% untuk memasok pembangkit di Pontianak sebesar 50 ribu kiloliter dan 8,3% buat pembangkit di Samarinda sebanyak 100 ribu kiloliter.
Namun, lanjut Fahmi, PT Shell Indonesia tetap memenangi tender pengadaan BBM sebanyak 850 ribu kiloliter.
Shell akan memasok BBM ke PLTGU Belawan sebanyak 250 ribu kiloliter dan PLTGU Grati 600 ribu kiloliter dengan alpha sebesar 1,95%.
"Alpha itu sudah sampai pembangkit PLN dan tidak ada lagi tambahan biaya distribusi," katanya.
Fahmi juga mengungkapkan, pada tender tersebut, ada juga perusahaan yang menawarkan alpha di atas delapan persen buat pembangkit lain di Kalimantan dan Sulawesi.
Namun, perusahaan tersebut dinyatakan gagal karena tidak memenuhi syarat administrasi seperti jaminan penawaran atau masa berlaku penawaran. (*/rsd)