< >

Rumah Janda TNI Dijadikan Lokasi Pesta Narkoba

Kamis, 13 Maret 2008 07:38
Kapanlagi.com - Sebuah rumah di asrama perwira TNI Keutapang Banda Aceh, diperiksa tim gabungan dari Kodim 0101/AB, Pomdam Iskandar Muda (IM) dan Intel Kodam IM karena dilaporkan menjadi tempat pesta narkoba.

Dandim 0101/AB, Letkol Inf Fauzi Rusli di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, berdasarkan laporan pemilik rumah istri dari Serma (anumerta) Abdul Madjid, Sri Rasiani, di garasi rumahnya sering berkumpul remaja dengan kegiatan yang tidak jelas.

"Berawal dari laporan pemilik rumah kepada kepala asrama yang merasa resah dengan kegiatan beberapa remaja di sekitar rumahnya lalu dilanjutkan kepada saya dan saya perintahkan untuk diperiksa," kata Dandim.

Lalu tim gabungan meluncur ke lokasi tetapi hanya menemukan sisa daun ganja sebanyak dua gram dan alat penghisap sabu namun para tersangka pemakainya tidak berada di sana.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim secara tidak sengaja menemukan dua buah mortir aktif berukuran 50 dan 60 milimeter. Kesemua barang bukti tersebut saat ini diamankan di POMDAM IM.

"Pelaku belum ditangkap tetapi masih kita periksa dan perlu penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan informasi pemilik rumah pelaku adalah anak yang tinggal di asrama dan orang luar," tambahnya.

Menurut Fauzi, pihaknya akan melakukan tindak lanjut berupa pengusutan terhadap pelaku dalam asrama dan apabila terbukti akan diproses dengan hukum yang berlaku.

Bagi pemilik rumah, apabila terbukti rumah tersebut dijadikan tempat pesta narkoba maka penghuninya segera dikeluarkan dari asrama.

Kepala asrama perwira TNI Keutapang, Mayor Inf Arjuni mengatakan barang bukti berupa ganja dan sisa puntung rokok ditemukan petugas di garasi, di atas sofa yang sudah rusak.

Dua buah mortir menurut pemilik rumah adalah milik suaminya yang dulu bertugas sebagai staf intel Korem 112/Teuku Umar.

Menurut dia, kegiatan tidak jelas para pemuda tanggung tersebut telah terjadi berulang-ulang dan juga sudah diingatkan pula oleh pemilik rumah tetapi tidak diindahkan.

Puncaknya Selasa (11/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB kembali terulang dan dilaporkan oleh pemilik rumah, Sri Rasiani, yang menjanda sejak suaminya meninggal dalam konflik, kepada kepala asrama.

"Kita akan terus usut kasus ini. Kita tidak ingin anak-anak kita di asrama semakin rusak," kata Arjuni. (*/rsd)