"Jepang, dalam kapasitasnya sebagai Ketua G-8, akan mengejar sinergi antara proses pembicaraan pada KTT G-8 dan tinjauan-tinjauan mengenai hal itu serta diskusi-diskusi yang berlangsung di PBB dan froum-forum lain. Karena itu kami mungkin akan memberikan dukungan terbaik atas upaya-upaya mengkonsolidasikan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan," kata Dutabesar Jepang Yukio Takasu, dalam pidatonya di hadapan Dewan Keamanan PBB dalam acara debat terbuka.
KTT G-8 akan dihadiri oleh para pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia dan AS, dan akan diselenggarakan di Hokkaido 7-9 Juli.
Sekjen PBB Ban Ki Moon dalam laporannya mengenai situasi di Afghanistan 6 Maret, merekomendasikan mandat bagi Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), yang akan berakhir 23 Maret, akan diperpanjang setahun lagi.
"Seperti pada mandat UNAMA, kami tekankan pentingnya kelancaran perpanjangan mandat pada saat yang kritis, untuk menunjukkan bahwa masyarakat internasional bersatu dalam mendukung kegiatan PBB di Afghanistan," kata Takasu. Ia menambahkan, bahwa Jepang mendukung rekomendasi Ban.
Ban menyatakan, Afghanistan masih terus menghadapi tantangan-tantangan dalam memerangi terorisme dan perdagangan obat terlarang, serta menyerukan bagi perlunya kesatupaduan di antara pendekatan mitra-mitra internasional.
Utusan Jepang menyatakan prihatin mengenai situasi keamanan di Afghanistan. Ia menyebutkan situasi di negara itu sebagai `sangat mencemaskan` seraya menandaskan makin meningkatnya jumlah pemboman bunuhdiri, aksi-aksi penculikan dan kegiatan-kegiatan pemberontak khususnya di wilayah selatan dan timur negara itu.
Dia mengatakan, wilayah-wilayah lain termasuk Kabul, sekarang menjadi semakin tidak aman.
Meskipun Jepang mendukung upaya-upaya yang dilakukan negara-negara lain dalam mengirimkan pasukan dan petugas mereka, Takasu mengatakan, dia melaporkan bahwa Jepang juga `turut kembali bergabung dalam perang internasional melawan terorisme dengan melanjutkan kembali kegiatan pengisian bahan bakar di lautan India.`
Jepang, sebagai ketua G-8, juga menjadi tuan rumah bagi pertemuan Koordinasi Bersama dan Badan Pemantau pada Februari guna meninjau kembali kemajuan dan mempromosikan diskusi mengenai langkah-langkah ke depan dalam membantu stabilitas negara, dengan bantuan masyarakat internasional.
Jepang juga mencatat keprihatinan mengenai perdagangan narkotika, terutama panen opium yang diperkirakan akan terus berlanjut. Takasu menyebut bantuan Jepang telah diberikan untuk membantu negara itu lebih aman.
Jepang memberikan bantuan senilai 1,36 miliar dolar kepada negara yang menurut suatu inisiatif disebut `Konsolidasi Perdamaian` yang difokuskan pada proses politik, keamanan, pemerintahan dan pembangunan kembali.
Sebagai bagian dari upaya itu, Jepang belum lama mengumumkan suatu tambahan bantuan sebesar 110 juta dolar yang digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek di daerah-daerah di mana Afghanistan mempunyai perbatasan bersama dengan Pakistan dan Iran.
Suatu pertemuan internasional mengenai Afghanistan juga akan diadakan di Bucharest, Rumania, 3 April, kata Ban Selasa. (kpl/dar)