< >

Citra Buruk Bandara Polonia Sulit Diubah

Jum'at, 14 Maret 2008 07:12
Kapanlagi.com - Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) menyatakan konsumen bersikap apatis pengelola Bandara Polonia Medan bisa mengubah citra negatif bandara itu.

"Sebagian besar dari 1.171 respoden mengaku prihatin dan bersikap apatis dengan kesungguhan pihak pengelola Bandara Polonia yang ingin mengubah kesan negatif," kata Direktur LAPK, Farid Wajdi, dalam sebuah dialog membangun komitmen peningkatan pelayanan jasa bandara, di Medan, Kamis.

Dalam dialog dihadiri pihak terkait di bandara itu, dia menjelaskan, sekitar 37 % dari total respoden dalam bulan pengaduan yang mereka gelar bersama YLKI itu menyatakan pelayanan kepada pengguna jasa masih terabaikan.

Sedangkan 33 %n berpandangan fasilitas bandara masih minim, kemudian 22% menyatakan prasarana bandara kurang memadai dan delapan persen mempersoalkan "mental duit" petugas bandara.

"Hingga kini masih banyak berkeliaran calo atau petugas agen perjalanan yang lalu-lalang keluar-masuk terminal bandara, kemudian petugas keamanan bandara yang tidak malu-malu menyapa penumpang dengan ramah dan meminta uang," ujarnya.

Selain itu, troli yang terbatas dan disembunyikan porter, budaya antri belum tertib di counter check-in dan imigrasi, loket pembayaran fiskal yang tidak tertib dan banyak terlihat calo keluar-masuk ruangan dengan menenteng banyak paspor.

Lalu petugas Bea dan Cukai yang berlagak teliti dengan buka-ulang bagasi dengan maksud meminta uang dari penumpang, supir taksi yang dibiarkan mengerumuni penumpang dan petugas parkir yang berlagak ramah dengan harapan meminta uang tip.

"Fenomena pelayanan di Polonia seperti benang kusut dan perlu keberanian serta ketegasan pengelola untuk mengurainya dan administrator bandara untuk mengawasinya," tegasnya.

Sebab, katanya, keluhan yang disampaikan responden merupakan cermin wajah bandara saat ini dan kondisi itu tidak sejalan dengan program "Visit Indonesia Year 2008" yang dicanangkan pemerintah.

Di tempat yang sama Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Alexius Kismoyo, meminta waktu untuk membenahi kondisi bandara.

"Kami saat ini mulai membenahi seperti menata parkir dan menertibkan porter. Namun memperbaiki pelayanan dan mental petugas di bandara tidak semudah membalikkan telapak tangan," katanya. (*/rsd)