"Tidak ada negara di dunia yang mengakui Tibet sebagai sebuah negara yang merdeka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang, dalam keterangan pers berkala, di Beijing, Kamis.
Hal tersebut dikemukakan menjawab pertanyaan sejumlah wartawan mengenai sikap China terhadap sejumlah gerakan pro-Tibet dan Dalai Lama yang terus menekan agar China memberikan kemerdekaan kepada salah satu wilayah negara itu.
Menurutnya, China juga mengutuk keras sejumlah tindakan aktivis masyarakat Tibet yang belakangan mulai gencar melakukan sejumlah aksi yang dinilai Pemerintah China merupakan tindakan separatis.
Ia juga menegaskan bahwa apa yang selama ini dilakukan oleh berbagai pihak termasuk Dalai Lama untuk memisahkan diri dari China tidak akan berhasil dan merupakan suatu tindakan yang sia-sia.
"Saya tegaskan sekali di sini bahwa Tibet merupakan satu kesatuan dari China sejak zaman dahulu dan selanjutnya," kata Qin Gang.
Gang juga berharap agar Pemerintah India tetap berpegang pada komitmennya untuk tidak memberikan pengakuan atau dukungan kepada sejumlah aktivitas Tibet yang tinggal di India untuk memperjuangkan kemerdekaannya.
"China berharap agar India tetap komitmen untuk tidak mendukung atau memfasilitasi gerakan separatis itu dan China telah menerima jaminan itu dari India," katanya menambahkan.
Terkait dengan adanya protes yang dilakukan oleh sebuah kelompok masyarakat Tibet di India, yang menuntut kemerdekaan, Gang mengatakan China mengutuk tindakan itu.
"Kami secara tegas menentang sekelompok Dalai Lama yang menginginkan kegiatan separatis," katanya menanggapi tindakan Dalai Lama yang saat ini hidup dalam pengasingan di India. (kpl/dar)