Bantuan tersebut akan diberikan kepada para nelayan dan pelaku budidaya rumput laut yang berjumlah sekitar 5.000 KK, kata Kepala Dinas Perikanan NTB Ir. H. Lalu Wardi di Mataram, Jumat.
Dikatakan, bantuan bagi nelayan tersebut diarahkan untuk subsidi harga bibit rumput laut dan ikan air tawar, guna merangsang mereka dalam bidang budidaya.
Dalam program ini Dinas Perikanan hanya sebagai fasilitator dengan pemerintah pusat untuk membentuk kelompok calon penerima bantuan, sehingga tidak salah sasaran.
"Sementara jumlah subsidi yang akan diterima para nelayan bervariasi tergantung jumlah kelompok dan dana yang dibutuhkan," jelasnya.
Khusus untuk nelayan di Ampenan, Kota Mataram yang hampir setiap tahun dilanda musibah gelombang pasang dan angin kencang yang mengakibatkan mereka tidak berani melaut, akan diupayakan bantuan, namun belum ditentukan dalam bentuk apa.
Hingga kini belum mampu mengatasi serta bantuan apa yang harus diberikan kepada nelayan khususnya pada musim barat seperti yang terjadi antara Januari-Februari 2008.
"Sebab kalau musim barat sudah datang ratusan bahkan ribuan nelayan tidak berani melaut," katanya.
Kejadian seperti ini bukan dialami sekarang saja, tetapi sudah ratusan tahun. Tidak ada anggaran khusus untuk bantuan nelayan jika musim barat tiba, untuk itu, nelayan agar melakukan usaha ganda, yakni di samping melaut juga usaha budi daya.
"Namun untuk nelayan di Ampenan, Kota Mataram tidak bisa dilakukan budi daya, karena di sekitar perairan ampenan ombaknya terlalu besar," katanya. (*/lin)