Meski baru beberapa jam hujan mengguyur, namun sejumlah ruas jalan seperti di Kecamatan Batudaa, Bongomeme dan Limboto Barat dipenuhi air sepanjang puluhan kilometer. Berdasarkan pantauan, Sabtu, air luapan drainase menggenangi jalan setinggi 20 hingga 30 sentimeter dan mulai masuk ke rumah warga.
“Kami khawatir air akan masuk ke rumah pada malam hari, karena datangnya air dari gunung,” ujar Sabri, salah seorang warga di Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Pasalnya, air yang berasal dari tebing-tebing tinggi di tepi jalan sebelah Selatan membawa reruntuhan material kapur serta kayu-kayu kecil yang kemudian berserakan di jalan raya.
“Untungnya air langsung mengalir ke wilayah Danau Limboto yang tempatnya lebih rendah, setidaknya bisa menghambat air cepat masuk ke dalam rumah,” tambahnya. Para pengendara yang melewati jalan di sepanjang tebing tampak berhati-hati, karena khawatir akan terjadi longsor yang lebih parah lagi.
Tak hanya itu, warga di Kecamatan Bongomeme dan Tibawa pun merasakan hal yang sama di mana sejumlah anak sungai meluap dan menggenangi jalan serta sawah mereka. Belum diperoleh data berapa jumlah rumah dan sawah yang menjadi korban, namun tak ada warga yang mengungsi karena banjir masih dinilai belum terlalu membahayakan. (*/cax)