< >

Hujan Bikin Lalu Lintas ke Bandara Sentani Macet

Sabtu, 15 Maret 2008 16:09
Kapanlagi.com - Hujan deras yang mengguyur Jayapura, ibukota Provinsi Papua pada Jumat (14/3) malam hingga Sabtu dini hari menyebabkan pohon-pohon tumbang menutupi jalur jalan utama rute kota Jayapura menuju Bandar Udara (Bandara) Sentani khususnya di jalur Sky Land yang berakibat lanjut lalu lintas di jalur jalan tersebut macet total.

Pantauan di Sky Land, Kota Jayapura, Sabtu, pohon tumbang yang menutupi jalur jalan menuju Bandara Sentani menghambat kelancaran lalu lintas di wilayah itu sehingga terjadi antrean panjang hampir mencapai tiga kilometer, mulai dari kawasan Entrop hingga Kantor Otonom kawasan Kotaraja, Abepura. Pohon yang tumbang di Sky Land itu harus digergaji warga masyarakat setempat sehingga polisi lalu lintas tampak sibuk mengatur perjalanan berbagai kendaraan pribadi dan angkutan umum yang keluar dan masuk kota Jayapura.

Banyak penumpang angkutan umum terpaksa turun dari kendaraan itu dan berjalan kaki memasuki kota Jayapura karena mereka merasa bosan menunggu di dalam angkutan yang mereka tumpangi. Sekitar Pkl.10.00 WIT, barulah pohon yang tumbang menutupi jalur jalan utama Jayapura-Bandara Sentani dapat dipotong dan digusur ke dalam jurang sehingga arus lalu lintas kembali normal. Jalur jalan raya di kawasan Sky Land itu merupakan jalur satu-satunya yang menghubungkan kota Jayapura dengan Bandara Sentani. Hingga kini belum ada jalur alternatif sehingga jika terjadi tanah longsor, pohon tumbang atau kecelakaan lalu lintas di wilayah itu maka arus lalu lintas akan macet total.

"Kami mendapat informasi kalau pemerintah telah berencana membangun jalan alternatif yang menghubung Jayapura dengan Bandara Sentani namun sampai sekarang rencana itu belum terlaksana," kata seorang warga setempat, Angelbertus Yoku. Menurut dia, dengan melihat semakin gencarnya pembangunan di tanah Papua dan perkembangan kota Jayapura yang semakin pesat maka sebaiknya pemerintah segera membangun jalan baru di kota Jayapura agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas.

Apalagi, lanjutnya jumlah kendaraan pribadi maupun angkutan umum di Jayapura semakin banyak sehingga jika terjadi kemacetan lalu lintas maka akan terjadi antrean sangat panjang yang berujung pada terhambatnya berbagai aktivitas warga di kota ini. Angelbertus mengatakan, khusus untuk wilayah Papua, kemajuan masyarakat di sini dapat tercapai jika pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta dermaga dan lapangan terbang sehingga dapat terjadi interaksi antar warga dan mobilitas masyarakat pun semakin tinggi.

"Pembangunan infrastruktur di tanah Papua sudah merupakan keharusan apabila pemerintah menginginkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat di kampung-kampung dan distrik-distrik. Jika sudah ada jalan raya maka rakyat akan secara lancar datang ke kota menjual hasil kebun dan ladang sekaligus banyak barang kebutuhan sehari-hari akan dapat sampai ke kampung-kampung dengan harga yang sama dengan harga di kota," katanya. (*/cax)