
"Dalam deklarasinya tersebut Gus Dur meyakini banyak rakyat Indonesia menginginkan figur pemimpin yang berani, jujur serta selalu mementingkan kepentingan rakyat," ujar capres yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Menurut dia, Indonesia saat ini memerlukan pemimpin yang berani mengambil segala keputusan yang memihak kepada rakyat agar negara dan bangsanya dapat terlepas dari belenggu kemiskinan, keterpurukan, serta kebodohan.
"Untuk itu, saya menyediakan diri menjadi capres, kembali memimpin negara dan bangsa Indonesia," tambah mantan Presiden RI ke-4 tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Yeni Zanuba, mengungkapkan, Gus Dur selama menjabat Presiden RI banyak membuat terobosan-terobosan dan hal-hal yang tidak pernah dilakukan para pemimpin sebelumnya.
"Salah satu contoh konkret terobosan Gus Dur dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia yaitu menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI)," tuturnya.
Menurut putri Gus Dur tersebut, datangnya pemimpin seperti Gus Dur, dapat menyejahterakan rakyat Indonesia. "Sebab pemimpin seperti ayah saya hanya datang 100 tahun sekali di muka bumi ini, sehingga Gus Dur harus mendapatkan posisi yang pantas," tandasnya.
Sekjen DPP PKB itu berpendapat, jika rakyat tidak sejahtera berarti pemimpinnya gagal. "Namun Gus Dur tidak demikian halnya, karena Gus Dur selalu berupaya memecahkan masalah negara dan bangsa yang selalu berdatangan, seperti kemiskinan, kesenjangan sosial masyarakat, dan banyaknya pengangguran," lanjutnya.
Dengan dipilihnya kembali Gus Dur sebagai presiden, maka insya Allah mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak sehingga kehidupan ekonomi masyarakat meningkat dan kehidupan para petani makmur karena gabahnya langsung dibeli negara dengan harga tinggi. (kpl/boo)
Lihat Profil: Gus Dur