"Saya kan, mantan Menhan, jadi dalam pertemuan tadi lebih fokus pada perkembangan sistem pertahanan nasional saat ini yang harus saya pahami sebagai politisi," katanya melalui layanan pesan singkat (SMS) kepada wartawan.
Wiranto tiba di Departemen Pertahanan sekitar pukul 14:00 WIB dan pertemuan mereka juga dihadiri Kepala Biro Hukum Departemen Pertahanan dan Kepala Badan Pembinaan Hukum Mabes TNI.
Kepala Badan Pembinaan Hukum Mabes TNI Laksamana Muda Henry Williem mengatakan, pertemuan sekitar setengah jam itu sama sekali tidak terkait kasus pelanggaran HAM berat yang ditudingkan kepada mantan Menhankam/Pangab itu.
"Memang saya hadir dalam pertemuan itu, namun tidak terkait kasus pelanggaran HAM berat Wiranto," katanya singkat dan langsung memasuki mobil dinasnya.
Wiranto sebelumnya juga menemui Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Mabes TNI Cilangkap sebagai mantan keluarga besar TNI yang kini berkiprah di dunia politik.
Terkait itu, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan, sikap TNI sudah jelas yakni akan selalu mendukung langkah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menggali kembali peristiwa pelanggaran HAM yang ditengarai melibatkan anggota TNI.
"Kami konsisten mendukung Komnas HAM termasuk untuk menyelidiki para purnawirawan dan anggota TNI aktif yang ditengarai terlibat dalam kasus pelanggaran HAM, sepanjang itu berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata Tamboen.
Untuk kasus pelanggaran HAM, DPR sudah memutuskan Wiranto tidak terlibat dan Mabes TNI mengikuti keputusan itu. (kpl/dar)