
Dalam pandangan Roy, foto-foto Sandra jelas dan nyata hasil rekayasa semata.
"Foto ini jelas merugikan Sandra Dewi secara mental maupun psikis. Untuk gambar kepala, master-nya diambil dari sebuah situs ternama. Dan kejahatan semacam ini memang ada belum ada undang-undangnya," jelas Roy di Belezza Permata Hijau, Senin (17/3).
Lebih lanjut, kata Roy, dirinya sebagai pengamat telematika dan bukan pakar telematika seperti selama ini banyak disebut media, selalu berusaha memberikan jawaban setiap ada pertanyaan.
"Dan baru kali ini ada seorang artis secara tulus menelepon saya. Dalam kasus seperti ini ada tiga jenis motif. Pertama karena korban murni, kedua karena dijebak dan ketiga dengan sengaja orang tersebut menyebarkan untuk sebuah popularitas," papar Roy.
"Dan kasus Sandra Dewi ini yang pertama. Jelas gambar ini masih terlihat kasar, tapi dengan kemajuan teknologi tidak menutup kemungkinan akan terlihat lebih halus pada tahun mendatang," tambahnya.
Sementara Sandra mengaku bahwa foto-foto bugil hasil rekayasa tersebut merupakan satu bentuk fitnah atas dirinya.
"Saya tentu malu, tapi semua keluarga dan teman-teman dekat pasti yakin bahwa itu bukan saya. Saya ingin masalah ini segera clear," ujar Sandra berlinang air mata.
Dukungan moril ini juga ditunjukkan oleh pihak Multivision. "Apa yang terjadi sangat merugikan, sebagai artisnya Multivision ini sangat berdampak negatif, karena masih ada orang yang tidak percaya. Ketika dia baru menapaki karir ini setahun, tindakan semacam ini sangat tidak dibenarkan," tegas Aris, perwakilan Multivision. (kpl/wwn/tri)
Lihat Profil: Sandra Dewi