"Pengusaha tuna di Muara Baru itu dijadwalkan awal April akan mengadakan pertemuan di Sumbar guna membahas soal penggarapan ikan tuna di daerah ini," kata Kepala Dinas Perikanan Sumbar, Yosmeri di Padang, Senin.
Pertemuan tersebut akan membahas segala hal tentang proses pengambilan tuna di laut Sumbar, dan bagaimana pengolahannya agar hasilnya bisa lebih optimal terutama meningkatkan pendapatan nelayan di daerah itu.
Selama ini, potensi ikan tuna di Sumbar jumlahnya cukup besar yakni mencapai 45 ribu ton tersebar di sepanjang pantai barat Sumbar terutama perairan Mentawai, Kota Padang dan Padang Pariaman.
Ikan tuna di perairan pantai barat itu selama ini hanya ditangkap menggunakan kapal tradisional sehingga hanya sedikit yang bisa digarap.
Terkait hal tersebut Pemda Sumbar mencoba menggaet para pengusaha tuna di Muara Baru Jakarta untuk menggarap potensi tuna di pesisir pantai Sumatera itu, dan terkait jumlah armada yang tergolong minim. Guna mewujudkan hal tersebut, juga dilakukan perluasan dermaga tangkap tuna di Pelabuhan Bungus Padang.
"Kita coba menawarkan kepada pengusaha kapal tangkap tuna itu untuk mengalihkannya ke Pelabuhan Bungus karena biayanya lebih murah," katanya dan optimis.
Terkait mendukung operasional pelabuhan itu juga akan dilakukan penambahan kapasitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang telah ada, dan penyediaan cargo khusus angkut tuna itu dengan memanfaatkan bandara Tabing Padang. Selama ini SPBN itu hanya memiliki kapasitas 200 ton per bulan sedangkan satu unit kapal tuna membutuhkan 25 ton/bulannya. (*/rsd)