< >

Penculik Mali Memperpanjang Masa Telorensi Bagi Sandera Australia

Senin, 17 Maret 2008 22:02
Kapanlagi.com - Kelompok penculik dua orang warga Austria yang ditahan di Tunisia yang kini diperkirakan berada di Mali telah memperpanjang batas waktu yang akan berakhir Ahad tengah malam (Senin tengah malam WIB) untuk memberikan kesempatan pemerintah Austria agar dapat memenuhi permintaan kelompok itu, demikian pihak Departemen Luar Negeri Austria mengatakan Senin.

"Kami telah menerima pemberitahuan perubahan tenggat waktu di mana kami memiliki waktu yang lebih lama dari batas waktu yang sesungguhnya bagi kami untuk dapat mengupayakan pembebasan bagi Wolfgang Ebner dan Andrea Kloiber," kata juru bicara Deplu Austria, Peter Launsky-Tieffenthal di depan wartawan.

"Keluarga kedua sandera tersebut telah diberi-tahukan mengenai perkembangan terakhir oleh Menteri Luar Negeri Ursula Plassnik,` kata Launsky-Tieffenthal.

Juru bicara Deplu itu mengatakan ia tak dapat memberikan keterangan yang lebih rinci dengan alasan demi keselamatan dari kedua sandera atau pihak-pihak yang kini sedang mengupayakan pembebasan keduanya.

Sebelumnya Plassnik mengatakan setiap usaha telah dilakukan untuk membebaskan Ebner 51, dan Kloiber, 44, yang diculik tiga pekan lalu oleh kelompok yang dikatakan kelompok Al-Qaedah di Aljazair saat keduanya sedang berlibur di gurun pasir Tunisia.

"Kami melakukan segala upaya dan usaha di setiap lini bersama-sama rekan kami dari Uni eropa (EU) di wilayah tersebut," kata Plaasnik.

Prioritas utama kami adalah kembalinya kedua sandera dalam keadaan selamat dan kami memperlakukan Ebner dan Kloiber seperti anggota keluarga kami , dengan tujuan agar pembebasan keduanya dapat berlangsung secara aman dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Plaasnik.

Secara resmi pemerintah Wina telah berulang kali mengatakan pihaknya tak akan melakukan negosiasi dengan pihak penculik.

Namun Plaasnik menegaskan bahwa seorang mantan duta besar Austria telah diutus ke Mali.

Seorang mantan duta besar Austria telah bertemu dengan Presiden Mali Amadou Toumani untuk memberi tahukan kepadanya secara pribadi mengenai kasus tersebut," kata Plaasnik.

Plaasnik tak bersedia mengungkapkan nama mantan duta besar tersebut, namun sejumlah sumber di Wina mengatakan mantan dubes tersebut adalah Anton Prohaska.

Sebagai tambahan Plasnik menegaskan sejauh ini masih belum ada informasi yang jelas dan pasti mengenai kedua sandera dan kelompok penculiknya.

Di Bamako pihak pemerintah setempat menyangkal bahwa kedua sandera berada di Mali.

"Kami belum memiliki informasi mengenai kedua sandera yang dikatakan bereda di wilayah Mali,` kata Jendral Kafougouna Kone kepala administrasi wilayah tersebut.

"Saya sudah bertemu dengan diplomat Austria dan mengatakan kepadanya saya akan memberikan setiap informasi baru yang saya terima," kata Kone.

Para penculik meminta agar rekan-rekan mereka yang ditahan di Aljazair dan Tunisia agar segera dibebaskan dan selain itu juga dikatakan tak menutup kemungkinan permintaan uang tebusan.

Radio Austria ORF melaporkan bahwa pemerintah Austria, bekerja sama dengan badan dinas rahasia Perancis dan Jerman serta pihak kepolisian Aljazair sedang berupaya melakukan kontak dengan pihak penculik.

Harian Aljazair Annahar melaporkan ibu dari salah satu penculik telah mendesak agar putranya membebaskan kedua sandera. (*/rsd)