Februari lalu saat Verizon sedang memperbaiki sistem voicemail di daerah New York, secara tidak sengaja salah satu voicemail pelanggannya terhapus. John Bonomo, juru bicara pihak Verizon, menyatakan bahwa kasus seperti ini hampir tidak pernah terjadi. Sebelum proses perbaikan, pihak Verizon sudah mengirim pemberitahuan kepada semua pelanggan tentang proses perbaikan beserta cara menanggulangi voicemail yang ter-reset.
Charles Whiting, pria berumur 80 tahun yang kehilangan voicemail tersebut telah menghubungi pihak Verizon tetapi tidak mendapat pelayanan yang memuaskan. Saat pertama menelepon, Charles harus menunggu 1 jam sampai akhirnya teleponnya diputuskan. Yang kedua kalinya, Charles bahkan harus menunggu sampai 90 menit hanya untuk mendengar jawaban bahwa voicemailnya telah terhapus dan tidak dapat dikembalikan.
Sebenarnya apa yang membuat pesan suara ini begitu penting buat Charles?
Tenyata pesan suara itu adalah pesan suara dari mendiang istri Charles yang meninggal tahun 2005 karena kanker. Setiap hari selama 3 tahun Charles mendengarkan pesan suara itu hanya agar bisa mengenang mendiang istrinya.
Menurut John Bonomo, Charles masih bisa mengambil lagi pesan suara mendiang istrinya dalam waktu 30 hari terhitung dari masa perbaikan namun Charles tidak akan lagi dapat memasukkannya ke dalam sistem voicemail. Charles hanya bisa memindahkan rekaman itu ke dalam pita kaset.
Charles sendiri menganggap bahwa itu tidak akan sama dengan saat sebelumnya. (tec/roc)