Advertisement
 
Rabu, 19 Maret 2008 16:00
Laut Es Kutub Utara Masih Hadapi Ancaman
Kapanlagi.com - Dengan menggunakan pengamatan satelit paling akhir, para peneliti NASA dan yang lain, Selasa, melaporkan Kutub Utara masih berada di atas "es tipis" dalam masalah lapisan laut es di wilayah tersebut.

Musim dingin yang-lebih-dingin di sebagian wilayah Kutub Utara tahun ini telah menghasilkan peningkatan di daerah laut es baru, sementara laut es lama yang berlangsung selama beberapa tahun terus merosot.

Laut es Kutub Utara berkembang dan berkurang setiap musim. Pada Maret tahun ini, peralatan di beberapa satelit AS memperlihatkan perkembangan laut es maksimum meningkat sebesar 3,9% dibandingkan dengan periode yang sama tiga tahun sebelumnya, tapi masih berada di bawah jumlah rata-rata jangka panjang sebesar 2,2%.

Bertambahnya luas es terjadi di berbagai daerah tempat temperatur permukaan lebih dingin dibandingkan temperatur rata-rata sepanjang sejarah. Pada saat yang sama, daerah es abadi merosot hingga batas minimum sepanjang masa.

Para ilmuwan tersebut mengatakan mereka percaya bahwa daerah laut es yang bertambah pada musim dingin tahun ini terjadi karena kondisi cuaca belakangan ini, sementara berkurangnya es abadi mencerminkan kecenderungan pemanasan iklim jangka-panjang dan akibat dari meningkatnya pencairan selama musim panas dan gerakan lebih besar es lama ke luar Kutu Utara.

Laut es abadi lapisan es sepanjang tahun yang telah lama ada dan tetap ada sekalipun ketika laut es musiman yang berumur pendek di sekitarnya mencair pada musim panas hingga ke batas minimumnya.

Laut es abadi lah, yang tersisa dari masa pencairan musim panas, yang telah merosot dengan cepat dari tahun ke tahun, dan yang telah mendapat perhatian dan pusat penelitian dari para ilmuwan.

Menurut data microwave yang diproses NASA, meskipun es abadi dulu mencapai 50% hingga 60% Kutub Utara, kini es itu menyelimuti kurang dari 30% pada tahun ini. Es yang sangat tua yang tetap berada di Kutub Utara selama setidaknya enam tahun terdiri atas 20% daerah Kutub Utara pada pertengahan hingga akhir 1980-an, tapi pada musim dingin tahun ini es tersebut berkurang jadi hanya 6%. (*/cax)


Tak banyak artis Indonesia yang memiliki tato unik seperti ini. Siapakah nama pemilik tato yang pernah bermasalah di pengadilan gara-gara menimpuk Andika dengan high heels-nya ini:

Masayu Anastasya
Ratu Felisha
Andi Soraya
Lucky Resha
Fairuz A Rafiq



 

©2003-2008 KapanLagi.com