< >

201 Bayi di Madiun Alami gizi Buruk

Kamis, 20 Maret 2008 09:31
Kapanlagi.com - Anak usia bawah lima tahun (Balita) di kabupaten Madiun yang menderita gizi buruk cukup tinggi, berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan kabupaten Madiun, jumlah penderita gizi buruk selama 2007 mencapai 201 anak dari 42 ribu anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Madiun, Sudijo, Rabu mengatakan, temuan balita gizi buruk ini didapatkan dari hasil pemeriksaan secara rutin di posyandu dan puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Madiun, Jatim sepanjang tahun 2007. Bayi yang menderita gizi buruk, salah satu cirinya adalah memiliki berat badan di bawah berat badan normal.

Balita penderita gizi buruk ini berat badannya di bawah 70 persen berat badan ideal. Hal itu bisa dilihat setelah dicocokkan antara berat badan si bayi dengan umurnya. Pencocokan bisa dilakukan dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) saat ke Posyandu.

"Penderita gizi buruk yang terdata tersebar di 15 wilayah kecamatan di Kabupaten Madiun. Adapun penyebab gizi buruk ini antara lain faktor kemiskinan, kurangnya asupan makanan dan gizi yang memadai, salah urus dan perawatan, sampai ditelantarkan oleh orang tuanya," katanya.

Menurut dia, kurangnya asupan gizi, vitamin dan protein pada bayi dibawah umur 2 tahun, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi serta otaknya.

Selain itu, sel dan jaringan otak juga tidak akan berkembang dengan baik. Padahal, jika dalam masa ini pertumbuhan dan perkembangan otaknya tidak baik akan berdampak selamanya pada si bayi.

"Dari 201 balita yang menderita gizi buruk ini pada tahun 2007 lalu semuanya sudah ditangani. Waktu yang diperlukan penanganan balita gizi buruk sekitar 90 hari dan perkembangannya dipantau setiap waktu di Posyandu," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kasubag Humas kabupaten Madiun, Mardi`i mengatakan, program perbaikan gizi buruk pada balita dilakukan oleh pemerintah daerah dibantu oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

"Untuk pemulihan penderita gizi buruk dilakukan dengan pemberian tambahan makanan dan vitamin. Anggaran untuk pemulihan bagi balita gizi buruk sebesar Rp216 juta," katanya.

Menurut dia, selain anggaran untuk balita, anggaran juga diberikan kepada ibu hamil yaitu sebesar Rp67,5 juta, suplemen dan vitamin dianggarkan sebesar Rp10 juta, dan pengadaan garam beryodium sebesar Rp54 juta.

Selain itu, juga ada tambahan nutrisi sebanyak 7.774 dos dari APBD Provinsi Jatim serta 6.750 dos dari APBN. Bantuan susu hamil sebanyak 1.410 bungkus, biskuit sebanyak 509 karton, dan bubur sebanyak 576 karton. (*/erl)