"Kita sudah melakukan pertemuan dengan manajemen Adam Air perwakilan Sumbar, dan mereka minta waktu penagihan uang deposit para agen tersebut satu minggu," kata Ketua Asita Sumbar, Asnawi Bahar di Kota Padang, Kamis.
Dia mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi agen-agen dan calon penumpang pesawat Adam Air yang ingin mengembalikan tiketnya.
Terkait penumpang yang terlanjur membeli tiket pesawat Adam Air, pengembaliannya bukan kepada kalangan agen, tetapi tetap pada pihak Adam Air, karena uang pembelian tiketnya sudah dibayarkan.
"Kita maklumi kondisi manajemen Adam Air, makanya ditunggu jawabanya sepekan ke depan," kata Asnawi sembari mengatakan, pihaknya juga akan membantu calon penumpang yang tetap ingin berangkat untuk dipindahkan pada Airline lain tujuan Padang-Jakarta.
Jasa penjualan tiket pesawat terbang di Sumbar sedikitnya sebanyak 62 agen travel dan sudah yang ke tiga kali mengalami kejadian yang sama.
Beberapa tahun lalu, terjadi penutupan operasional maskapai penerbangan Pelangi Air, hingga kini pihak manajemennya belum mengganti uang para agen travel di Sumbar senilai Rp100 ribu ringgit Malaysia waktu itu.
Berikutnya kasus yang sama, terjadi pada tiga tahun lalu dengan perusahan penerbangan Jatayu Air yang kerugian kalangan agen travel Sumbar sekitar Rp1 miliar sampai kini belum dikembalikan.
"Asita sudah menyampaikan pada kalangan agen travel tidak menaruh uangnya (deposit) pada perusahaan Airline yang baru masuk di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), karena untuk menarik uang tersebut cukup sulit," kata Asnawi.
Ke depan hendaknya dapat pengalaman tiga kali tersebut, bisa dijadikan pembelajaran bagi kalangan agen travel di Sumbar.
Asnawi yang juga Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumbar itu, menyayangkan terjadinya pembatalan secara group penerbangan Adam Air, karena cukup berdampak menurunnya kunjungan ke Sumbar.
Sedikitnya 5.000 seat (tempat duduk) dalam sebulan pesawat Adam Air mendatangkan tamu ke Sumbar, karena jadwalnya penerbangannya tiga kali sehari.
"Banyak tamu datang ke Sumbar melalui jasa penerbangan Adam Air karena harga tiketnya terjangkau, tentu menjual produk daerah harus murah juga, tetapi amat disesali tidak diimbangin dengan keselamatan penumpang," demikian Asnawi Bahar. (kpl/rit)