Lima desa di kabupaten Ngawi yang tergenangi banjir berada di kecamatan Kwadungan, yaitu desa Purwosari, Dinden, Simo, Tirak dan desa Semengko. Selain mengenangi perkampungan warga dan areal pertanian, banjir juga memutuskan jalur alternatif Madiun-Ngawi.
"Banjir yang terjadi di sini merupakan luapan dari Bengawan Madiun serta luapan sungai kecil dari arah Magetan. Air meluap kejalan sejak Rabu malam (19/3), sehingga memutuskan jalur Madiun-Ngawi," kata Susanto warga Puwosari, Kwadungan, Ngawi, Kamis.
Menurut dia, ketinggian air di sekitar desa Puwosari mencapai 50-100 cm terutama di jalan alternatif dari Madiun-Ngawi. Selain menggenangi jalan, banjir juga merendam areal persawahan dan perkampungan warga, namum tidak sampai masuk ke dalam rumah.
Banjir yang menggenangi wilayah kecamatan Kwadungan adalah yang keempat kali selama musim hujan tahun ini. Dengan putusnya jalur lalu lintas dari Madiun-Ngawi atau sebaliknya, maka jalur lalu lintas dialihkan melalui Padas, selanjutnya ke Ngawi atau sebaliknya.
Koordinator Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) kabupaten Ngawi, M. Shodiq Tri mengatakan, berdasarkan data yang masuk ke Satlak, jumlah desa yang terendam banjir sebanyak lima desa. Ketinggian air di wilayah tersebut antara 20-100 cm.
"Hingga saat ini banjir belum masuk ke rumah-rumah warga. Banjir hanya menggenagi areal persawahan, sehingga tidak ada warga yang perlu dievakuasi," katanya.
Menurut dia, walaupun banjir tidak sampai menggenangi rumah warga, saat ini telah dilakukan berbagai persiapan diantaranya mensiagakan dua perahu karet serta bahan makanan yang saat ini dititipkan di kantor kecamatan Kwadungan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jika sewaktu-waktu banjir membesar seperti yang terjadi pada akhir tahun 2007, pihaknya telah mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk proses evakuasi serta kebutuhan lainnya. (kpl/rit)