< >

China Kesengsem Bangku Taman Buatan RI

Sabtu, 22 Maret 2008 07:21
Kapanlagi.com - Bangku taman merupakan jenis mebel yang diminati dan banyak dicari oleh masyarakat China dalam pameran "Shenzhen International Furniture Exhibition" (SIFE) ke-22 yang berlangsung di Shenzhen, China, tanggal 19-22 Maret 2008.

"Sejumlah pengusaha Indonesia yang ikut dalam pameran itu mendapat banyak permintaan dari masyarakat China yang ingin membeli bangku taman," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono, ketika menyampaikan sejumlah hasil selama penyelenggaraan pameran itu, di Shenzhen, China, Jumat.

Menurutnya, salah seorang pengusaha mebel Indonesia sudah mendapatkan pesanan mebel taman sebanyak tiga kontainer dan minta agar bisa segera dikirim segera mungkin ke China.

Permintaan bangku taman tersebut diharapkan akan terus berlangsung dalam tahun-tahun berikutnya, sehingga memerlukan suatu kekonsistenan pengusaha Indonesia untuk tetap menjaga kualitas yang diinginkan.

Satu hal yang perlu dipahami dan diperhatikan dalam pameran ini adalah pengusaha mebel Indonesia harus bisa memahami karakteristik dan selera pasar China, karena hal itu akan berbeda dengan selera untuk pasar Eropa dan Amerika Serikat misalnya.

Secara keseluruhan, kata Ambar, dalam tiga hari sejak pameran dibuka, hasil positif telah diperoleh para pengusaha Indonesia yang ikut SIFE dan hampir 75 persen produk yang dipromosikan, khususnya yang di jual secara eceran, sudah laku terjual.

"Selain laku penjualan secara eceran sejumlah pengusaha juga ada yang telah mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak untuk jangka panjang," katanya.

Melihat hasil positif tersebut, ia merencanakan akan terus ikut serta dalam SIFE dalam upaya untuk tetap mempertahankan pangsa pasar mebel Indonesia di China.

Dirinya tidak berharap keikutsertaan pengusaha mebel Indonesia dalam SIFE ini hanya terhenti sampai tahun ini saja dan tahun kemarin, tapi harus terus berlanjut dalam tahun-tahun berikutnya.

"Jangan sampai upaya promosi mebel Indonesia terhenti pada tahun ini dan tahun depan tidak lagi ikut. Ini justru akan merugikan kita sendiri khususnya bagi pengusaha mebel," katanya. (*/boo)