"Kami awalnya memperkirakan hanya seratusan orang yang ikut, taunya sudah mencapai 400-an orang," kata Udin, salah seorang pimpinan panitia penyelenggara, di sela acara seleksi/audisi KDI tingkat Provinsi Sulteng yang dilaksanakan di Gelanggang Olah Seni dan Budaya di Palu, Minggu (23/3).
Ia mengatakan, sebelumnya panitia telah mengedarkan formulir untuk peserta sebanyak 600 lembar, dengan harapan ada 100-an orang akan mengembalikan formulir isian untuk memastikan jumlah peserta yang mengikuti acara ini.
Namun, dalam pendaftaran ulang sekaligus dimulainya proses seleksi pada Minggu pagi, tercatat sudah sekitar 400-an orang yang mengembalikan formulir.
"Saya bersyukur atensi masyarakat Sulteng dalam merespon acara ini begitu besar," kata Udin, seraya menambahkan untuk menyebarluaskan kegiatan tersebut hingga ke pelosok daerah ini panitia menjalin kerjasama dengan sejumlah media massa cetak dan elektronika di tingkat lokal.
Pemprov Sulteng, Pemkot Palu, dan Dewan Kesenian Palu, juga memberikan dukungan cukup besar untuk menyukseskan kegiatan ini.
Sementara itu, dalam buku pendaftaran di panitia penyelenggara, tercatat 10 kabupaten/kota di Provinsi Sulteng memiliki wakilnya untuk mengikuti audisi KDI kali ini, seperti dari Kabupaten Banggai, Tojo-Unauna, Poso, Morowali, Parigi-Moutong, Donggala, dan Tolitoli.
Tapi, umumnya pendaftar tersebut berasal dari Kota Palu. Selain itu, ada beberapa peserta berasal dari provinsi tetangga, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, dan kabupaten Mamuju Utara di Sulawesi Barat, sekalipun di ibukota provinsi dalam wilayah mereka juga dilaksanakan audisi serupa.
Menjawab pertanyaan, Udin mengatakan untuk mendapatkan calon bintang KDI secara optimal dari wilayah Sulteng, pihaknya melakukan seleksi sangat ketat dan berlangsung selama tiga hari (23-25 Maret).
Proses seleksinya yang dilakukan tim yuri dari berbagai pemangku kepentingan itu berlangsung beberapa tingkat, yakni pertama akan dicari 50 besar, kemudian 15 besar, serta yang terakhir lima besar.
"Dalam 15 besar ini, kami juga melakukan tes wawancara hingga mendapatkan lima besar, sehingga mereka yang terpilih dan selanjutnya dikirim mengikuti proses audisi di Makassar (pusat audisi untuk Regional II) benar-benar merupakan hasil pilihan terbaik," katanya.
Tapi, Udin menambahkan, Sulteng sendiri sudah mendapatkan jatah khusus satu orang untuk mengikuti proses seleksi langsung di Gerbang KDI-TPI pada pertengahan tahun ini, yaitu peserta yang menempati skor tertinggi dalam audisi tingkat provinsi kali ini.
Umumnya masyarakat Sulteng apresiasif dengan lagu-lagu dangdut, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa. Bahkan animo atas lagu bernuansa asli Indonesia ini semakin besar, menyusul keberhasilan Saparuddin yang asal kota Tolitoli (ujung utara Provinsi Sulteng) menyabet tiga besar dalam KDI-1 tahun 2003. (*/bun)