Pasukan pemerintah menghantam sebuah tempat perlindungan pemberontak Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTE) yang menimbulkan banyak korban di pihak pemberontak, kata kementerian pertahanan.
Kementerian itu mengatakan jumlah gerilyawan yang tewas dalam pertempuran sejak Sabtu pagi menjadi 22 orang yang sebelumnya 15 orang. Militer mengatakan korban tewas di pihak tentara meningkat dua kali lipat menjadi empat orang, Sabtu.
Tetapi pihak pemberontak mengatakan menahan gerak maju militer dan menimbulkan banyak korban di pasukan pemerintah.
Situs Puthinam .com yang pro pemberontak mengatakan Macan Tamil membunuh 55 tentara dan mencederai 120 lainnya dalam pertempuran Sabtu.
Pertempuran seru meletus Sabtu, beberapa jam setelah pemberontak menenggelamkan sebuah kapal cepat angkatan laut di lepas pantai timur laut pulau itu , yang menyebabkan 10 pelaut hilang, diduga tewas.
Pesawat-pesawat Sri Lanka membom fasilitas-fasilitas yang diduga milik Macan Tamil di dalam daerah yang mereka kuasai di utara pulau itu, kata kementerian pertahanan dan menambahkan tidak ada segera laporan mengenai korban.
Pemerintah menyatakan pihaknya menewaskan 2.264 pemberontak sejak Januari sementara kehilangan 135 tentara. Pemerintah tidak mengizinkan wartawan atau kelompok-kelompok hak asasi manusia memasuki daerah-daerah perang, yang membuat tidak mungkin untuk memverifikasi angka-angka itu.
Ribuan orang tewas dalam gelombang baru perang sejak Desember 2005 ketika gencatan senjata yang ditengahi Norwegia mulai dilanggar. Gencatan senjata itu secara resmi diakhiri pemerintah Januari.
Militer mengusir LTTE dari pangkalan terakhirnya di timur pulau tropis itu, satu kemenangan yang mengurung pemberontak di daerah mereka di utara.
Pemberontak berperang untuk mendirikan sebuah negara merdeka bagi etnik minoritas Tamil di utara dan timur pulau itu sejak tahun 1972 yang menewaskan puluhan ribu orang. (kpl/dar)