"Hampir semua klub lain telah melakukan persiapan untuk menghadapi Liga Super, tapi Persiter sampai sekarang belum ada persiapan apa-apa. Ini pertanda bahwa Persiter kemungkinan tidak akan ikut kompetisi tersebut" kata seorang pemerhati sepak bola di Malut, Subhan Kodja di Ternate, Minggu (23/3).
Persiter hingga kini belum melakukan perekrutan pemain, dananya pun belum jelas, bahkan pemilihan pengurus baru Persiter sampai sekarang belum dilakukan, padahal pengurus klub itu sudah berakhir sejak desember 2007.
Apalagi, kata Subhan, sejumlah pemain lokal yang selama ini selalu membela Persiter seperti Fandi Mokhtar, Ahmad Sembiring, Rahmat Rivai dan Muchlis Sahrun telah dikontrak oleh klub lain, padahal mereka ini menjadi penentu lolosnya Persiter ke Liga Super.
Namun demikian, ia menambahkan, Persiter masih bisa melakukan persiapan ke Liga Super tersebut dengan syarat pada Maret ini rekrutmen pemain dan pelatih sudah harus rampung.
Sementara itu Sekretaris Umum Persiter Asghar Saleh membenarkan bahwa sejauh ini Persiter belum melakukan persiapan untuk mengikuti Liga Super karena adanya sejumlah hambatan.
Hambatan tersebut diantaranya belum jelasnya badan hukum Persiter, tidak tersedianya dana segar untuk merekrut pemain dan pelatih serta belum adanya kesiapan sarana penunjang (lapangan yang memenuhi standar BLI).
Menyinggung "larinya" sejumlah mantan pemain Persiter ke klub lain, dia mengatakan Persiter sebenarnya ingin memakai mereka sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh mantan pelatih Persiter Jacksen F Tiago.
"Tapi itu hak mereka karena sekarang ini belum ada ikatan dengan Persiter," ujar Asghar. (kpl/dar)