< >

Puluhan Gerilyawan Taliban Tewas Oleh Pasukan Nato

Senin, 24 Maret 2008 07:02
Kapanlagi.com - Pasukan Afghanistan dan NATO mencederai dan menewaskan sejumlah gerilyawan Taliban dalam operasi gabungan udara dan darat di Afghanistan selatan, kata Kementerian Pertahanan Afghanistan, Minggu (23/3).

Kementerian Pertahanan tidak menyebutkan jumlah pasti gerilyawan tewas dalam bentrokan terbaru dekat kota Deh Rawood , provinsi Uruzgan, Afghanistan selatan Sabtu itu, tetapi sumber-sumber keamanan Afghanistan mengatakan hampir 50 gerilyawan Taliban tewas.

Mayat-mayat gerilyawan tergeletak di tanah dan Mullah Hasyim seorang komandan terkenal kelompok itu termasuk di antara mereka yang tewas," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Pasukan NATO di Uruzgan berada dalam komando pasukan Belanda.

Di daerah-daerah lain di selatan, satu ranjau menewaskan dua tentara koalisi pimpinan AS di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, kata sebuah pernyataan militer AS.

"Pasukan koalisi bersama dengan Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan sedang melakukan patroli keamanan di distrik Zharmi, ketika kendaraan mereka melindas sebuah ranjau di sebuah jalan yang sering dilalui", kata pernyataan yang dikeluarkan Sabtu siang.

Gerilyawan Taliban menanam ratusan ranjau dan bom-bom pinggir jalan tahun 2007, yang meningkatkan aksi kekerasan setahun menewaskan lebih dari 6.000 orang, hampir 2,000 adalah warga sipil.

Lebih dari 200 tentara asing tewas di Afghanistan tahun 2007 sementara 30 tentara dari koalisi pimpinan AS dan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO tewas tahun ini.

Gerilyawan Taliban terutama aktif di bagian selatan dan timur Afghanistan yang berbatasan dengan Pakistan. Para pejabat Afghanistan berulangkali menyatakan bahwa para gerilyawan itu dilatih , didanai dan dipersenjatai dan mendapat tempat berlindung di bagian lain perbatasan itu.

Pasukan Afghanistan dan NATO mengatakan mereka memerlukan pasukan tambahan untuk menumpas pemberontakan Taliban yang aktip kembali. AS akan mendesak sekutu-sekutu NATO untuk menambah pasukan dan para pelatih untuk pasukan Afghanistan dalam satu KTT awal April. (kpl/dar)