Para Penculik Sandera Austria Perpanjang Waktu Negosiasi
Kapanlagi.com - Kelompok Al-Qaedah yang menahan dua orang sandera berkebangsaan Austria di gurun Sahara telah memperpanjang tenggat waktu bagi pemerintah Austria untuk memenuhi permintaan mereka , satu badan yang memonitor situs forum Islam mengatakan Senin. Badan intelijen SITE mengatakan Al-Qaeda di negara Maghribi telah memperpanjang tenggat waktu hingga 6 April sambil menambahkan bahwa tanggal tersebut merupakan hal yang final dan merupakan ultimatum. Kelompok itu telah menuntut pembebasan 10 orang rekan mereka yang ditahan di Aljazair dan Tunisia sebagai ganti dari pembebasan dua orang sandera Austria tersebut. Narasumber Instansi Pertahanan dan Keamanan Aljazair mengatakan para penculik tersebut juga meminta uang tebusan. Austria mengatakan Senin petang bahwa tenggat waktu tersebut telah diperpanjang terhitung mulai Ahad tengah malam namun tak memberikan keterangan rinci. Juru bicara Departemen Luar Negeri Austria Peter Launsky Tieffenthal menolak untuk memberikan tanggal pasti dari tenggat waktu yang baru. Dia mengatakan tak dapat memastikan beberapa hari jumlah tambahan waktu yang diberikan , kantor berita APA mengutip keterangannya. Apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi sebelum batas waktu berakhir, maka kami melakukan apa yang harus dilakukan," SITE mengutip pernyataan para penculik yang disampaikan dalam satu situs internet. "Austria, Tunisia dan Aljazair akan menjadi pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan nyawa para sandera." Situs tersebut dimonitor di London. Para diplomat Austria telah menghabiskan waktu satu pekan di Mali dalam upaya melakukan usaha untuk pembebasan dari Andrea Kloiber, 43, dan Wolfgang Ebner , 51, yang diperkirakan berada di wilayah Kidal satu wilayah terpencil di bagian utara Mali dekat perbatasan dengan Aljazair dan Niger. Menteri Luar negeri Mali Mochtar Ouane mengatakan harus memastikan terlebih dulu apakah kedua sandera tersebut di tahan di wilayah mereka. "Sejauh ini keberadaan para sandera belum diketahui secara pasti, tapi pencarian terus dilakukan" kata Ouane di hadapan para diplomat asing. Presiden Mali, Amadou Touami Toure telah bertemu dengan utusan pemerintah Austria untuk membahas cara terbaik membebaskan kedua sandera tersebut. Dia mengatakan wilayah perbatasan Mali dengan Aljazair yang sepanjang 1.276 km adalah wilayah yang terisolasi, dan merupakan wilayah pegunungan dan sulit untuk dicapai. Sejumlah pejabat Mali mengatakan para sandera kemungkinan telah dipindahkan ke wilayah selatan Aljazair oleh para penculiknya setelah terjadi bentrokan antara kelompok separatis Mali pakan lalu. Tiga hari setelah bentrokan senjata antar kelompok separatis Tuareg dengan pihak tentara Mali yang berakhir Ahad semakin mempersulit usaha untuk pencarian kedua sandera . (*/rsd) |