< >

ASEAN Harus Satu Suara Untuk Negosiasi FTA Dengan UE

Rabu, 26 Maret 2008 20:44
Kapanlagi.com - Negara-negara anggota ASEAN harus memiliki satu suara terlebih dahulu untuk dapat menegosiasikan kerja sama perdagangan bebas (free Trade Agreement/FTA) dengan Uni Eropa (EU).

"Tentunya UE adalah mitra dagang terbesar, sehingga kalau kita (ASEAN) bisa bersatu mencapai suatu perjanjian, akan banyak keuntungan karena kita akan memperoleh kemudahan untuk akses ke pasar Eropa," kata Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu (26/3).

Mendag mengungkapkan pendapatnya kepada pers seusai mengikuti Sosialisasi dan Dialog ASEAN Charter dan Cetak Biru ASEAN Economic Community (AEC) kepada Asosiasi-asosiasi bisnis dan perusahaan-perusahaan swasta nasional, di Departemen Luar Negeri, Jakarta.

Dia mengatakan, sebelum ASEAN melakukan negosiasi dengan UE langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan studi terlebih dahulu, yang sudah dilaksanakan dua tahun lalu, sehingga sudah bisa diidentifikasi apa cakupannya, apa yang menjadi keuntungan bagi kedua pihak, dan ketimpangan apa yang mungkin akan timbul.

Mari mengatakan ASEAN sendiri memang terdiri dari negara-negara yang sedang berkembang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berbeda-beda, sedangkan Eropa sudah sangat maju.

"Karena itu dalam studi tersebut sudah diidentifikasi `capacity building` (pembangunan kapasitas) dari masing-masing negara. Dalam arti kalau kita harus penuhi standar Eropa, kita butuh bantuan dari mereka sehingga kita akan `integrated` (memasukkan) dalam perjanjian. Percuma pasar dibuka tapi kita tidak bisa masuk karena tidak memenuhi standar," katanya.

Mari menjelaskan bahwa dalam negosiasi tentu tidak dapat dikatakan apakah ASEAN sudah siap atau tidak, tapi kapan siapnya. Jika memang sudah siap dapat dibuka dalam dua atau tiga tahun mendatang, tapi jika belum siap perlu diketahui apa yang perlu disiapkan dan membutuhkan waktu berapa lama.

Dalam hal negosiasi, dia mengatakan, tentu akan ada perbedaan negosiasi antara negara maju, berkembang, dan belum berkembang. Untuk ASEAN bentuk negosiasi dengan Eropa dilakukan dengan bayangan tingkat kemajuan masing-masing sektor.

Menurut dia, sektor finansial Indonesia sudah relatif terbuka, selain itu sektor pertanian dan manufaktur juga dirasa sudah mampu bersaing. Untuk otomotif, Indonesia dan Thailand dapat dikatakan paling maju diantara negara ASEAN lainnya. (kpl/dar)