Saat ditemui di kantor Bintang Communitainment Pro, Jl Rawajati Barat 3 no. 5, Kalibata, Merry mengaku sempat kaget juga dengan kabar tersebut. "Aku tahu dari dua hari lalu dari koran terbitan lokal Tangerang. Di situ juga disebut tentang pornoaksi dan busana minim. Tapi semua itu biasanya karena permintaan dari panitia dan untuk perform 'dashyat' itu karena permintaan penonton," ungkap Merry.
Dalam pandangan Merry inti dari pencekalan tersebut sebenarnya menuntut penyanyi untuk tampil lebih sopan, tapi bukan berarti pengagum penyanyi Erie Susan ini lantas mengubah penampilan selama surat resmi dari Walikota belum diterimanya. Nama Merry memang terkenal di Tangerang. "Dan mungkin Walikota pernah lihat aku tampil," katanya berseloroh.
Menurut Merry pencekalan seperti sama sekali tidak berpengaruh pada job-job lainnya. "Masih banyak, terutama di luar Jawa. Pada tanggal 29 nanti aku tampil di Padang. Tapi aku masih berharap bisa tampil lagi di sana (Tangerang)," ujarnya. Dan seandainya Walikota berkeinginan membuka pintu dialog dan silaturahmi, Merry menyatakan siap datang. "Tapi apa itu mungkin," pungkasnya. (kpl/ang/tri)