Direktur Utama PT Semen Padang, Endang Irzal di Padang, Jumat, mengatakan, keempat proyek itu adalah persiapan pembangunan pembangkit listrik dan pabrik baru, pembangunan museum semen nasional, dan rumah sakit Semen Padang.
"Semuanya sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu dan diharapkan tahun ini sudah bisa dimulai, terutama pembangunan museum dan rumah sakit," katanya melalui Kepala Biro Humas SP, Hafiz Rafiq yang mendampingi kunjungan rombongan wartawan Pokja Semen Gresik Group.
Pembangunan power plant (PLTU) dan pabrik baru berkapasitas sekitar 2,5 juta ton per tahun merupakan rencana besar yang dicanangkan manajemen induknya Semen Gresik Group.
Total ada tiga pabrik baru masing-masing berkapasitas 2,5 juta ton yang akan dibangun dengan investasi sekitar Rp3,3 triliun setiap pabrik. Selain di Padang, satu pabrik lain dibangun di Semen Tonasa dan satu unit lainnya belum diketahui lokasinya.
Di setiap lokasi pabrik itu, juga dibangun pembangkit listrik dengan investasi sekitar Rp1,2 triliun setiap unit untuk memasok kebutuhan pabrik.
"Lahan untuk pabrik baru sudah siap, tapi pembangunannya kemungkinan baru dilakukan pada tahun depan. Saat ini studi kelayakannya sedang dimantapkan," katanya.
Pabrik semen baru itu dijadwalkan sudah beroperasi pada 2012 dan akan menambah kapasitas produksi hingga mencapai sembilan juta ton.
Semen Padang saat ini mengoperasikan empat pabrik, yakni Indarung II-V dengan kapasitas sekitar 5,4 juta ton lebih.
Pabrik Indarung I yang dibangun pada tahun 1910 dan menjadi cikal bakal Semen Padang saat ini, sejak 1999 sudah diberhentikan karena kondisi mesinnya yang sudah tua.
"Indarung I itu yang rencananya akan dijadikan museum semen nasional. Perusahaan sudah menyiapkan dana awal sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan itu," kata Hafiz.
Satu proyek lagi yang akan dikerjakan adalah pembangunan rumah sakit Semen Padang sebagai pengembangan poliklinik yang telah lama beroperasi. Investasi untuk proyek ini diperkirakan sekitar Rp60 miliar. (*/rsd)