Inter akan berhadapan dengan Lazio, tim yang berasal satu kota dengan Roma, dan para penggemar teori konspirasi telah mengungkapkan kecurigaan mereka kepada Lazio.
Meski Lazio sepertinya tidak akan suka membantu klub tetangga mereka untuk merebut gelar juara, Lazio memiliki ambisi untuk setidaknya lolos ke Piala UEFA musim depan yang harus mereka perjuangkan.
Dan presiden Lazio yang kontroversial Claudio Lotito memohon kepada para penggemar timnya untuk terus mendukung klub dan tidak lebih mengharapkan kemenangan Inter agar mimpi Roma berantakan.
"Para penggemar harus mendukung kami dan tidak mencoba memberi Roma kesialan," kata Lotito kepada Radio Radio TV.
"Akan sangat menggelikan jika seseorang menginginkan timnya sendiri kalah agar tim sekota yang lain tidak juara. Para penggemar Lazio seharusnya menginginkan yang terbaik untuk klubnya dan berharap hasil terbaik," tuturnya.
Lazio saat ini tengah dalam performa yang bagus, menang pada derby Roma melawan AS Roma 3-2 berkat gol menit akhir dari gelandang Swiss Valon Behrami.
Mereka juga menghadapi Inter yang tengah berantakan, hanya dua kali menang dalam delapan pertandingan terakhir, disingkirkan Liverpool dari Liga Champion dan keunggulan mereka atas Roma tergerus dari 11 poin menjadi empat poin.
Kemudian ada lagi "opera sabun" yang diperankan Roberto Mancini yang akan sulit dilupakan.
Pelatih Inter itu mengumumkan akan mundur pada akhir musim setelah Inter disingkirkan Liverpool, namun sehari kemudian ia menarik ucapannya itu.
Walau demikian sejak saat itu media dipenuhi spekulasi siapa pelatih Inter musim depan dan muncul nama Jose Mourinho dan Cesare Prandelli sebagai favorit.
Bahkan media setempat memberitakan bahwa presiden Inter Massimo Moratti telah bertemu dengan kedua pelatih itu.
"Semuanya sampah. Meski kalian (pers) menuliskannya, tidak ada yang terjadi," tukasnya.
"Itu adalah sesuatu yang kami akan bantah tetapi kami tidak lagi memiliki kesabaran untuk melakukannya," imbuh Moratti.
Moratti khawatir gosip itu akan mempengaruhi tim, apalagi mereka tengah tersendat di lapangan.
"Saya harap suara-suara itu tidak mempengaruhi pertandingan pada Sabtu. Menghadapi Lazio saya berharap sebuah pertarungan yang ketat," katanya.
"Apa yang saya pikir bakal terjadi? Itu tidak penting. Yang akan dilihat apakah para pemain bermain bagus dan membawa pulang tiga poin," tegasnya.
Namun ada sebuah perasaan yang muncul bahwa gelar Serie A bergerak ke arah Roma, walau mereka sendiri diliputi masalah cedera pemain dan akumulasi kartu kuning.
Pemain Italia Simone Perrotta dan Daniele De Rossi, serta pemain depan asal Makedonia Mirko Vucinic, ketiganya absen karena akumulasi kartu kuning. Sementara bek asal Brazil Juan masih cedera.
Akan tetapi dengan adanya pemain seperti Ludovic Giuly, Alessandro Mancini dan Alberto Aquilani, klub dari ibukota Italia itu sepertinya bisa menutupi kekosongan yang ada.
Masalah terbesar yang akan mereka hadapi sepertinya adalah performa Cagliari yang mengesankan. Klub Sardinia itu tiga kali menang dan sekali imbang dalam lima laga terakhir. Mereka juga mulai menjauh dari zona degradasi.
Pada perlombaan merebut posisi keempat dan tiket terakhir ke Liga Champion musim depan, peringkat kelima AC Milan akan menjamu Atalanta pada Minggu sementara peringkat keempat Fiorentina, yang unggul empat poin dari Milan, tandang ke Udinese. (*/cax)