"Sementara istrinya, Lu Xiaodan, yang menerima delapan juta yuan atau sekitar US$1,1 juta, juga mendapat hukuman penjara seumur hidup," demikian Pengadilan Rakyat Nomor 2 Beijing, seperti dikutip China Daily, di Beijing, Sabtu.
Zhou menerima suap dari sejumlah pengembang properti, perusahaan iklan dan pengusaha lainnya pada tahun 2005 dan 2006 selama masa jabatannya sebagai kepala Distrik Haidan, Beijing.
Saat itu kota Beijing sedang mengalami lonjakan permintaan terhadap universitas dan kaitannya dengan teknologi tinggi.
Menurut hasil penelitian pengadilan, Zhou telah menerima sebuah vila pada tahun 2005 dengan nilai dua juta yuan atau US$285 ribu dari Dai Di, direktur utama Perusahaan Properti Yongtai Beijing, sebagai upaya untuk memenangkan proses penawaran.
Dalam tahun 2006, Zhou menggunakan pengaruhnya untuk membantu seorang pemborong, Li Ping, dalam sebuah proyek rumah yang dinamakan "Zhuyuan (taman bambu) dan menerima uang dua juta yuan.
Lebih dari 90% suap yang diterima Zhou datang berasal dari para pengembang properti, demikian dokumen pengadilan menyebutkan.
Zhou sendiri telah ditahan pada 6 April 2007 dan diperiksa oleh Komisi Sentral Untuk pemeriksaan Disiplin (CCDI) Komite Sentral Partai Komunis China (CPC) untuk memeriksa adanya dugaan keras dalam transaksi ilegal lahan.
Para penyelidik selanjutnya menyerahkan kasus Zhou ke Pengadilan Rakyat Nomor 2 Beijing pada Desember 2007.
Pada November 2007, Xing Zhiguo, mantan wakil kepala Distrik Haidan, juga telah dihukum 12 tahun akibat menerima suap 2,4 juta yuan atau US$342 ribu serta menutup-nutupi tabungan sebesar dua juta yuan.
Sejumlah jaksa di Beijing telah menghukum 102 pejabat setingkat kepala biro yang dituduh melakukan korupsi termasuk menerima suap dalam kurun waktu lima tahun.
Pemberantasan korupsi merupakan salah satu agenda penting yang diangkat oleh pemerintah China dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih. (*/cax)