"Depdiknas sudah menjalin kerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Mereka yang terbukti membocorkan soal unas akan ditangkap," katanya usai menyerahkan sertifikat ISO 9001-2000 kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Yogyakarta, Sabtu.
Selain itu, kata Mendiknas, "Saya juga akan menuntut oknum tersebut ke polisi".
Ia mengingatkan, unas bukan hanya untuk menguji otak, tetapi juga akhlak dan kejujuran.
"Saya sudah menandai sekolah yang tidak jujur dalam pelaksanaan unas, karena itu Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP) akan mengawal sekolah yang tidak jujur dalam melaksanakan unas.
Dikatakannya, selain sekolah, Dinas Pendidikan di setiap daerah juga akan dipantau karena disinyalir ada oknum yang juga berbuat curang.
"Jika nanti terbukti oknum yang berbuat curang itu adalah pegawai negeri sipil (PNS), maka akan dikenai sanksi dipecat," kata dia.
Menurut Mendiknas, pihaknya tidak menargetkan kelulusan berapa persen, karena yang lebih dipentingkan adalah kejujuran.
Meskipun hanya lulus 70%, tetapi jika dilaksanakan secara jujur, itu berarti sudah lulus seratus persen dalam hal kejujuran.
"Yang penting dalam pelaksanaan unas adalah kejujuran, karena jika lulus tetapi ditempuh dengan cara tidak jujur, itu tidak akan ada manfaatnya," katanya. (*/cax)