
Menurut Tio, usai menerima penghargaan di JCC semalam (Jum’at, 28/3), secara bentuk antara IMA dan FFI sama saja. “Paling beda piala, di sini pialanya lebih bagus, tetapi untuk supremasi tetap lebih bagus Piala Citra. Rasanya Piala Citra tetap yang terbaik,” ungkapnya.
“Terima kasih untuk ini semua. Piala ini untuk semua yang terlibat di QUICKIE EXPRESS,” kata aktor yang pernah membintangi film “CINTA DALAM SEPOTONG ROTI karya Garin Nugroho, bersama Adjie Massaid dan Rizky Theo.
“Ini merupakan sebuah kerja keras, tadinya aku pikir tidak mungkin piala ini bisa berada di tangan saya. Soalnya, yang muda banyak yang lebih baik,” ungkap aktor watak ini merendah. (kpl/wwn)
Lihat Profil: Tio Pakusadewo